You're here: My Health Blogging » Parenting
Yaa ampuunn, saya agak-agak shock yaa kemarin nonton infotainment pas dilaporkan D.P dan A.T mempertontonkan ciuman super mesra di depan anak-anak.
*ngelus dada..
Ustadz Mansyur berucap begini, “jangan salahkan anak anda bila berlaku tidak senonoh saat orangtuanya berbuat mesum.”
Sudah menjadi rahasia umum kalau anak-anak memiliki rasa ingin tahu yang besar sekali, jadi hal yang menurut orang dewasa biasa saja (seperti ciuman)..di mata anak-anak bisa menjadi hal yang menarik untuk dicoba. Duuh, sedih banget ya bun..meliat kepolosan anak-anak kita dinodai oleh contoh-contoh yang gak penting.
Jadi apa dong sebaiknya yang orangtua bisa lakukan untuk menjaga anak-anak untuk tidak mendapat contoh yang salah?
Pertama, awasi..batasi..dan temani saat menonton tv.
Kalaupun di rumah memasang parabola, kan bisa diatur tayangan yang bisa ditonton oleh anak-anak..seperti Disney Channel misalnya.
Jangan hanya membatasi tayangan tv anak, tapi orangtua juga harus bisa dan mau menemani anak menonton tv.
Kedua, siapin penjelasan yang masuk akal sama logika anak-anak. Apalagi kalau anak mulai bertanya hal-hal yang susah untuk dijelaskan.
Ketiga, do what you preach. Artinya, kalau bunda melarang anak berkata-kata kasar…maka sudah sewajarnya orangtua juga harus berlemah-lembut dalam berkata-kata.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
“Treat her as a normal child..”
itu pesan dokter yang mengoperasi jantung saya 23 tahun yang lalu saat mama saya bertanya kepadanya tentang bagaimana harus merawat saya pasca operasi jantung.
Sederhana ya, cukup dengan perlakukan saya layaknya anak normal. :)
Jadi alhamdulillah saya tumbuh dewasapun juga layaknya anak normal lainnya. Saya
bisa sekolah TK, SD, SMP, SMA bahkan sampai lulus kuliah. Amiiin..
Belajar dari pengalaman saya ini, saya bisa mengambil kesimpulan kalau sebenarnya bila ada anak yang lahirnya (maaf) kupingnya ketutup sebelah, jalannya pincang atau bahkan buta..orangtua tidak usah menganggap kelainan anaknya itu hal yang memalukan, bahkan sampai menyembunyikan anaknya di rumaah terus.
Kan katanya anak itu akan mengikuti apa yang dicontohkan orangtuanya, jadiii..berilah contoh yang baik yaa bun, yah. Contoh yang baik itu seperti:
1.jangan suuzhon (berprasangka buruk) sama anak.
Maksudnya gini bun, jangan hanya karena karena anak jalannya pincang..bunda melarangnya hang out di mall sama teman-temannya. Kalau bunda melarang ia pergi, bunda bukannya melindunginya tapi bahkan menyakiti anak karena dengan melarangnya pergi bunda seakan malu kalau ia bertemu dengan orang lain.
2.memberi anak kepercayaan.
Percaya kalau anak tidak akan kenapa-kenapa hanya karena ia lahir dengan keadaan kurang sempurna..
Percaya kalau dari rumah anak sudah dididik untuk percaya diri saja maka ia akan keluar rumah dengan bekal kepercayaan dirinya.
3.tidak menyalahi siapa-siapa.
Pasti seorang ibu akan bertanya bahkan menyalahkan dirinya sendiri saat anak yang ia kandung lahir dalam keadaan kurang sempurna. Apa yang ia lakukan saat hamil sehingga anaknya jadi begini? bahkan menyalahkan Tuhan. Astagfirullaah bun, jangan sampai yaa :(
Yakin deh bun, Tuhan itu pasti ada maksudnya sendiri dalam menciptakan umatnya. Bahkan yang di mata manusia anak bunda mungkin kurang sempurna, bisa jadi ia calon BJ Habibie berikutnya :) .
Kalau ditanya apakah saya mengalami krisis pede dengan keadaan saya sekarang? waktu kecil sempat saya mengalami masa-masa “ih, gue jelek banget dengan kuping yang kecil sebelah.” Tapi lambat-laun dengan didikan orangtua saya sekarang malah bangga dengan keadaan seperti ini :)
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Pagi bunda, apa kabar hari ini?
Saya punya cerita nih. Beberapa minggu yang lalu, keponakan saya yang usianya 3 tahun ikut lomba fashion show. Saat itu baju khas luar negeri, jadi Ayyaku berpakaian ala Hawaiian girl :)
Ngomongin lomba, menurut saya ada DOs dan DON’Ts yang harus bunda atau ayah peratiin saat anak-anak ikutan lomba.
DOs dan DON’Ts:
1.Hormati keputusan anak, apapun itu.
Misalnya anak ingin mengenakan pakaian ala Hawaiian girl untuk fashion show yang temanya baju khas luar negeri, bunda tetap harus mengikuti apa maunya anak. Masalah menurut bunda pakaian itu agak terbuka dan seksi, kan bisa diakali gimana supaya tubuh anak gak terlalu terbuka.
2.Menyemangati anak dari jauh-jauh hari tanpa memberi mereka tekanan.
Maksudnya gini bun, saat anak bilang ingin ikut lomba, bunda harus bisa memberinya dukungan baik dengan kata-kata maupun tindakan.
Contoh: “Hebat kakak mau ikut lomba pidato bahasa Inggris, nanti bunda boleh ikut ya bantuin mengarang isi pidatonya?”
tapi jangan sampai bunda memaksanya untuk menulis isi pidato yang sesuai dengan maunya bunda saja, dengan maksud supaya anak menang lomba.
3.Jangan mengharuskan anak untuk menang lomba.
Waduuh yang ini gak boleh ya bun, kan anak itu ikutan lomba untuk mengasaha kreatifitas dan kemampuan dirinya. Piala, piagam atau hadiah itu kan hanya insentif saja, jangan bunda/ayah jadikan tujuan utama yaa. Kasian anak, bisa-bisa mereka bukannya malah menikmati lombanya malah jadi tertekan. stress bahkan depresi.
4.Boleh kok bunda/ayah memberi anak sedikit “iming-iming” supaya ia lebih bersemangat saat lomba. Inget ya bun, yah..iming-iming lho bukan keharusan ;) .
Hehehe, jadi inget waktu Ayya lagi fashio show, tadinya kan ia tidak mau melakukan tarian Hawaiian di atas panggung..tapi 5 menit sebelum naik panggung ayahnya berbisik: “dapet sepeda dek, kalau nari.” ;)
Hehe, Ayya langsung lho menari dengan lucunya di atas panggung :) .
5.Jangan bikin bete anak menjelang lomba.
Kita saja sebagai orang dewasa kalau menjelang presentas di kantor misalnya, pasti jauh-jauh hari sudah mempersiapkan suasana hati kita agar tetap tenang, gak panik bahkan bete.
Sama kok dengan anak-anak, mereka bisa jadi mutung alias gak mood kalau menjelang hari H bunda/ayah marah-marah sama mereka. Hihi, tau kok orangtua bisa ikutan nervous meliat anaknya lomba..tapi jangan dilampiaskan ke anak ya bun, yah.
6.Ajak anak berdoa sebelum lomba.
Yuk bun, yah..kita tanamkan kebiasaan berdoa sebelum melakukan apapun ke anak. Baik berdoa dengan bahasa sendiri, membaca Al Fatihah bagi umat Islam atau doa-doa lainnya sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing. Kan dengan berdoa, anak bisa jadi lebih tenang dan percaya diri saat berlomba :) .
Sukses yaaa :)
Ngomong-ngomong, Ayya kemaren juara 3 lhooo tante,
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

she’s the (other) one…. Share
akhirnya, saya bisa bernafas lega juga sekarang.
– PERGUMULAN SAYA
critanya begini, cukup lama saya bergumul untuk mencari dokter yang cucok bagi anak saya. dokter yang bisa melihat anak saya bukan sekedar pasien, tapi juga personal. dokter yang nga terburu-buru waktu saat memeriksa sehingga nga punya waktu untuk membantu saya belajar tentang kesehatan anak saya. beberapa kali saya ketemu dokter dari yang setiap dateng selalu oleh-olehin resep sampe yang membodoh-bodohi saya karena menganggap saya sok tahu saat saya mengkonfirmasi tentang ilmu yang saya dengar/baca dari beberapa sumber tentang kesehatan.
– SHE’S THE ONE
sekitar setahun kemarin saya ketemu juga satu dokter yang oke.. pertama, tentu karena tante dokter cantik ini informatif dan mau sharing banyak hal tentang kesehatan anak. saya jadi belajar banyak tentang kesehatan anak.
kedua, juga karna pertama kalinya saya mendapatkan dokter yang mengingat kami saat saya mengontak beliau via telpon waktu Lentera sedang sakit. seumur-umur, saya belum pernah ketemu dokter yang ingat dengan pasiennya.
ketiga, bu dokter ini juga mudah dicapai, artinya waktu kami pindah ke Semarang dan Lentera beberapa kali sakit, saya sempat konsultasi via telp dengan bu dokter ini, sembari saya juga konsultasi langsung dengan dokter di Semarang untuk observasi kondisi fisik secara langsung.
intinya, saya sudah bertemu dengan satu dokter yang saya percayai soal penanganan kesehatan anak saya. (makasih yah bu dokter Ian, yes, it’s you whom I mentioned here…. =D)
– BERBURU DOKTER GIGI
lalu, saya kemudian berburu dokter gigi. sebenarnya sudah lama saya ingin membawa Lentera ke dokter gigi, bahkan sebelum giginya tumbuh dulu pun saya sudah mulai hunting dokter gigi. tapi belum ketemu karena saya ingin bawa Lentera ke dokter gigi yang bisa menangani anak-anak.
jujur saja, musabab sebenarnya adalah karna saya pribadi paling takut ke dokter gigi makanya saya sering mengalami masalah dengan gigi. saya tidak ingin anak(-anak) saya mengalami hal seperti itu, makanya saya ingin sekali membantu dia merawat giginya sejak dini, dan tentunya supaya tidak takut dengan dokter gigi apalagi dengan kursi ajaibnya itu.
kemaren bu dokter cantiknya Lentera merekomendasikan ke dokter gigi yang buka praktek di bilangan Tebet. karena kabarnya biasa menangani anak-anak, saya fikir worth to try lah.
– BERKUNJUNG KE DOKTER GIGI
kemarin sore, kami pun berkunjung ke sana. begitu masuk, wah seru banget… ada banyak buku dan tempat buat main anak.. Lentera langsung sibuk milih-milih buku. trus, ada welcome drink dan snack juga.. karena udah bikin janji, jadi begitu datang tinggal isi form biodata trus ga lama ketemu deh dengan bu dokter Alya.
ruang prakteknya terbuka, nga masuk ke dalam kamar seperti ruang praktek pada umumnya. saya ajak Lentera masuk ke situ, Tera sepertinya takjub tapi perhatiannya langsung beralih ke monitor LCD yang menayangkan kartun Dora the Explorer. wah, mungkin kalau buat anak lain it’s a good idea tapi bukan buat Lentera karena Lentera jarang sekali nonton tv. alhasil waktu bu dokter Alya datang, dicuekin ama Tera, khihihihi…. nga bisa diajak ngobrol sama sekali.
– BERMAIN BERSAMA BU DOKTER
pelan-pelan, Lentera diajak duduk di kursi ajaib. tapi Tera nga mau, akhirnya duduk dipangku sama saya. padahal, frankly speaking saya yang agak gemetar duduk di situ (tapi demi anak, ya nga ditunjukin lah kalo sendirinya takut, hahahaha….). dipangku mama juga masih nga mau malah nangis… eh, tau-tau liat keran air di samping kiri kursi nyala Lentera langsung berbinar. jadi deh main-main air sama bu dokter. gelasnya dipenuhin trus dibuang, trus dipenuhin, dibuang lagi.. begitu terus sampe akhirnya dia ketawa-ketawa juga.
pas bu dokter mau liat giginya, Lentera ogah nunjukin malah mingkem.. akhirnya foto-fotoan aja pake kamera buat periksa gigi itu. malah dikira difoto beneran jadi si Tera bergaya-gaya bilang: “cheeese… cheeeeesssse…” tapi buka mulut masih belum mau. ya udah, nga dipaksa. ga lama, perhatiannya beralih lagi ke si Dora, trus udah nga bisa diajak berinteraksi lagi.
pelan-pelan, saya tinggalin sendirian di kursi itu. trus sama bu dokter kursinya dinaikin, diturunin, ditegakin, ditidurin.. Lentera takjub banget, trus tangannya langsung sibuk pengin ikutan mencet-mencet. sama bu dokter dibiarin aja, jelas lah si Tera makin heboh. trus minta turun dari kursi karna mau mencet-mencet si tombol-tombol (soalnya kalo sambil duduk di kursi, tangannya nga sampe untuk memencet tombol-tombol itu). abis itu, bosen trus balik lagi nonton si Dora.
– CARA MENYIKAT GIGI
akhirnya setelah dibujuk-bujuk, videonya dimatiin aja. baru deh si Tera lebih bisa diajak kerjasama. tapi tetap nga mau kalau duduk sendiri di kursi itu. jadinya bu dokter yang nyamperin Tera sambil jongkok di hadapan Tera. bu dokter Alya nunjukin model gigi dan sikat gigi, trus ngajarin Tera cara menyikat gigi. saya cukup takjub juga karna si Tera merhatiin banget. bahkan saat bu dokter minta Tera mencoba sendiri, si Tera bisa loh.. meski emang beberapa gerakannya masih belum tepat tapi bisa mengikuti gerakan menyikat gigi dari atas ke bawah.
melihat cara menyikat gigi seperti itu, ternyata cara saya selama ini kurang tepat. saya terbiasa menyikat gigi dengan menyikat kiri ke kanan. padahal cara itu, katanya, bisa membuat gusi turun.. dan tidak dianjurkan untuk anak-anak. jadi kemarin diajarkan cara menyikat gigi naik-turun atau dengan gerakan memutar (seperti cara kerja sikat gigi elektrik). gigi bagian dalam disikat dari bawah ke atas.
– BEREKSPLORASI
setelah itu, Lentera sibuk main-main dengan si kursi ajaib sambil ditemani salah satu staf dari klinik tersebut karna takutnya malah memecahkan/merusakin barang. tapi so far, kalau memang tidak berbahaya, Lentera lebih sering dibiarkan bereksplorasi di situ.
saya banyak berdiskusi dengan bu dokter yang cukup talkactive tersebut. banyak info saya dapatkan dari beliau.wah, rasanya saya senang sekali. waktu pulang, Lentera dikasih suvenir juga sama bu dokter. jelas lah anak saya itu hepi sekali.
– TANDA BAHAYA GIGI
dokter Alya memberi info bahwa tanda-tanda bahaya kesehatan gigi ada 3 (tiga) tahap:
pertama, mulutnya sering berbau. biasanya ini karena ada sisa-sisa makanan yang menempel di sela-sela gigi yang akhirnya bikin bau mulut.
kedua, giginya mulai kelihatan menghitam dan bahkan membusuk atau keropos (karies gigi). biasanya ini lebih sering disebabkan karena konsumsi susu formula yang tinggi kandungan gula dan apalagi kalau minumnya pakai botol dot, air susu yang menggenang di mulut bisa bikin gigi keropos. sebenarnya anak yang minum ASI tapi pakai botol dot juga akan punya masalah serupa karena ASI juga bisa bikin gigi keropos kalau sempat menggenang di mulut.
dulu saya selalu berfikir kalau melihat anak yang giginya keropos atau hitam-hitam, itu pasti karena sering makan permen atau coklat.. tapi menurut pengakuan orang tuanya padahal anaknya jarang konsumsi coklat atau permen tapi giginya tetap keropos seperti itu. belakangan baru saya tahu bahwa itu dampak dari konsumsi susu formula (plus diberikan dalam botol dot).
ketiga, anak mulai mengeluh sakit gigi. biasanya ini sudah parah karena gigi mulai berlubang.
Lentera memang belum mengalami itu semua. tahap pertama juga belum, hanya memang Lentera agak susah diajak untuk sikat gigi dan gigi serinya mulai kelihatan kuning-kuning. menurut dokter Alya, cukup bagus giginya Tera hanya memang mesti disikat. tapi tentu saya tidak ingin dengan cara dipaksa.
karena Tera susah sikat gigi, jadinya dokter Alya menyarankan pakai sikat gigi elektrik saja. karena Lentera sepertinya senang pencet-pencet elektronik dan biasanya sikat gigi disikatin jadinya Lentera nga enjoy. kalau pakai elektronik biarin Lentera yang melakukannya sendiri. ini yang akan kami coba. mudah-mudahan berhasil.
– VITAMIN UNTUK GIGI
di samping itu, dokter Alya juga tidak menganjurkan menggunakan vitamin-vitamin atau minuman jus bagi anak. jika anaknya bisa makan buah potong dan banyak konsumsi sayuran akan lebih bagus ketimbang konsumsi vitamin-vitamin atau suplemen.
– (TERNYATA) TIDAK PERLU PASTA GIGI
sampai sekarang Lentera sikat gigi tidak pakai pasta gigi, karena saya pernah mendengar bahwa fluoride itu tidak boleh ditelan, padahal hampir semua pasta gigi anak mengandung fluoride. apalagi, Lentera belum bisa meludah sehingga pastilah kalau sikat gigi dengan pasta akan ditelan oleh dia.
selain fluoride, pasta gigi juga biasanya mengandung pemanis untuk memberikan rasa, maksudnya supaya anak-anak suka menyikat gigi, padahal jadinya malah pengin menelan si pasta ya? jadi memang yang penting gigi disikat supaya tidak ada sisa makanan yang menempel pada sela-sela gini.
– BAHAYA FLUORIDE
hal itu dibenarkan bu dokter. katanya, sebenarnya tanpa kita sadari, sehari-hari kita sudah mengkonsumsi fluoride baik dari makanan maupun minuman. sementara, fluoride itu dampaknya adalah pengeroposan tulang (osteoporosis).
lagian, pasta gigi itu sebenernya gunanya hanya untuk mengurangi bau dan memberi kesegaran mulut aja. manfaatnya pada gigi tidak terlalu besar. untuk orang dewasa yang sudah mengkonsumsi macam-macam, makanya pasta gigi diperlukan. tapi anak, bahkan sampai usia 6 tahun, tidak perlu sikat gigi dengan pasta gigi.
lalu katanya, ibaratnya kita menyikat lantai.. semakin mudah obat sikat menghancurkan kotoran yang menempel berarti obat itu semakin toxic (beracun), sama halnya dengan pasta gigi.. wah, saya baru tahu soal ini.
– GIGI SUSU MENENTUKAN ?
yang cukup melegakan saya adalah saat dokter Alya menginformasikan bahwa jika pada usia 2 tahun anak masih memiliki kondisi gigi yang baik, maka akan lebih kecil kemungkinan mengalami masalah gigi di kemudian hari. mudah-mudahan, Lentera kecil bisa terawat giginya yah, biar bisa tersenyum manis setiap hari.
– SHE’S THE (OTHER) ONE
minggu depan Lentera janjian lagi sama dokter Alya, mau bermain-main lagi dengan kursi ajaib. mudah-mudahan udah mulai mau buka mulut. terima kasih yah dokter Alya…
the way she treated my baby girl…. I really appreciated it. finally, we found the (other) one…
^___________^
– ps: please correct me if I’m wrong yah. khususnya buat dokter gigi yang kebetulan baca ini, sapa tau saya dapat info yang kurang tepat… =)
thanks for mamanya Lentera :)
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Waktu itu keponakan saya yang duduk di kelas 1 SD lagi sibuk belajar matematik bersama mamanya. Beberapa menit belajar bersama, mulailah suara kakak sayang meninggi beberapa oktaf :p
Tak lama berselang, keponakan saya mulai menampakkan gejala hendak menangis.. untungnya sang ayah mulai muncul dan bilang “boleh aku coba yang ngajarin gak?”
Ajaibnyaaa…beberapa jam kemudian ponakan saya muncul dengan wajah sumringahnya dan berkata kepada mamanya: “tuuh kaaan aku bisa, jadi gak usah marah-marah kaan?”
Deziiigghh ;)
Hmmm kenapa yaaa para ayah selalu bisa menghandle anak-anak tanpa perlu nada tinggi alias marah-marah? lalu kenapa juga ayah yang selalu bisa jadi the hero dan kita para ibu selalu jadi bad cop di rumah?
Mungkin bedanya ada di kata SABAR. IMHO niiih, karena ayah jarang juga di rumah karena sibuk bekerja..jadi mungkiin ayah selalu berusaha menyenangkan hati anak-anaknya dan membuat mereka merasa senang dengan kehadiran sang ayah.
Beda ayah dan bunda yang lain.. yaaa ayah tidak seemosional bunda :p
Bener kaan, para ayah lebih cenderung menasehati anak-anaknya dengan tegas tapi masih dengan kelembutan..
sedangkan bunda.. sabar tapi dengan oktaf suara yang meninggi :p
Yukk bun, kita belajar dari ayah cara menghadapi anak dengan lebih sabar ;)
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Bagi bunda yang bekerja kantoran maupun dari rumah, “Children’s time” gak kalah pentingnya dengan “me time”. Jadi yaa bunda harus pinter-pinter bagi waktu antara bekerja dan bermain. Duh, suka dilema gak sih…ingin konsen kerja tapi anak juga menuntut perhatian?
Secara bunda cuma 1, Nanny 911 ngajarin kita untuk menerapkan “teknik bermain dan pergi.” Dimana teknik ini memberi peluang kepada orangtua untuk bisa mengerjakan 2 pekerjaan sekaligus. Jadi awalnya bunda/ayah bisa ber main atau memberi kesibukan ke anak..entah itu bermain boneka, ngerjain puzzle atau main masak-masakan. Setelah kira-kira setengah jam, bunda bisa mengalihkan perhatian anak dari bunda.
Contohnya…
“Kak, bunda masakin nasi goreng donk sama wajannya kakak.”
Naah anak pasti akan sibuk deh sama mainan masak-masakannya, pas itulah bunda bisa menyelinap pergi buat ngerjain pekerjaan rumah atau lainnya ;)
Setengah jam kemudian, bunda bisa kembali menemui anak untuk melihat hasil masakannya’. Dengan begini anak juga tidak merasa diacuhkan oleh bunda kaan.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Mempunyai anak adalah mudah, tetapi menjadi orangtua yang baik adalah sulit sekali. Tugas orangtua yang terpenting adalah bagaimana mendidik anak menjadi manusia yang berkarakter baik. Berikut ini ada 10 tips untuk membantu anak menumbuhkembangkan karakter yang baik:
Letakkan tugas dan kewajiban orang tua sebagai agenda nomor satu. Hal ini adalah sulit pada zaman modern yang penuh dengan persaingan. Orang tua yang baik akan secara sadar merencanakan dan memberikan waktu yang cukup untuk tugas keayah-bundaan (parenting). Mereka meletakkan agenda “pendidikan karakter/moral” anak pada prioritas tertinggi.
Evaluasi bagaimana anda menghabiskan jam-jam dan hari-hari dalam satu minggu. Pikirkan jumlah waktu anda bersama anak-anak anda. Rencanakan bagaimana anda dapat mengikut-sertakan mereka dalam kehidupan sosial anda, dan leburkan diri anda kedalam kehidupan mereka.
Jadikan diri anda contoh yang baik. Ingat, manusia belajar melalui contoh yang ada di sekitar mereka. Anda tidak bisa menghindar dari kenyataan bahwa anda sedang menjadi tokoh model yang sedang ditiru oleh anak-anak anda, entah itu perilaku baik ataupun buruk. Menjadi contoh yang baik, adalah pekerjaan yang terpenting yang harus anda lakukan.
Jadilah telinga dan mata untuk apa yang sedang mereka serap. Anak-anak ibaratnya sponges kering yang cepat menyerap air. Kebanyakan yang mereka ambil adalah berkaitan dengan nilai-nilai moral dan karakter. Buku-buku, lagu, TV, dan film secara terus-menerus memberikan pesan – entah itu yang bermoral maupun yang tidak- kepada anak-anak kita. Sebagai orang tua kita harus mengawasi semua ide atau pesan-pesan yang sedang mempengaruhi mereka.
Gunakan bahasa karakter. Anak-anak sulit mengembangkan pedoman moral kecuali orang tua menggunakan bahasa yang jelas dan lugas mengenai bahasa/tingkah laku baik dan buruk. Selalu terangkan kepada mereka mana yang boleh dan mana yang tidak boleh.
Berikan hukuman dengan kasih sayang. Sekarang kata “hukuman” mempunyai reputasi buruk, sehingga banyak orang tua yang memanjakan anak dan mempunyai anak yang sulit diatur. Anak-anak memerlukan batas atau rambu-rambu. Kadang-kadang mereka melanggar batas. Hukuman yang mendidik adalah salah satu cara manusia untuk belajar. Anak-anak harus mengerti fungsi hukuman dan menyadari sumbernya bahwa hukuman adalah berasal dari cinta kasih orang tua. Namun hukuman tidak boleh diberikan secara berlebihan.
Belajar untuk mendengarkan anak anda. Adalah hal yang mudah untuk berkomunikasi dengan anak-anak. Salah satu hal yang terbaik yang dapat kita lakukan adalah berbicara dengan mereka secara serius, bahwa apa yang dikatakannya penting dan menarik bagi anda. Selalu beri waktu anda untuk mendengarkan mereka.
Terlibat dengan kehidupan sekolah mereka. Sekolah adalah bagian kehidupan penting bagi anak –anak. Pengalaman mereka di sekolah adalah seperti “sekarung” kesenangan, kesedihan, kemenangan, dan kekecewaan. Bisa tidaknya mereka menghadapi dan menyelesaikan masalah-masalah tersebut, akan berpengaruh besar terhadap bagaimana mereka mampu menjalankan hidupnya kelak. Membantu mereka untuk menjadi murid yang baik adalah juga membantu mereka menumbuhkan karakter yang kokoh.
Selalu adakan makan bersama. Sesibuk-sibuknya orang tua, sebaiknya selalu meluangkan waktu untuk makan bersama seluruh keluarga. Makan bersama adalah wahana yang baik untuk berkomunikasi, menanamkan nilai, dan moral yang baik. Tahukah anda bahwa di meja makanlah tanpa sadar anak menyerap peraturan-peraturan dan perilaku yang selayaknya dimiliki oleh manusia. Oleh karena itu pada waktu makan malam orang tua perlu mengomunikasikan segala hal yang baik untuk bekal hidup mereka.
Jangan mendidik karakter hanya dengan kata-kata saja. Kita mendapatkan akhlak baik melalui praktek atau kejadian dalam kehidupan sehari-hari. Orang tua harus membantu anak untuk menumbuhkan perilaku moral yang baik melalui disiplin diri, kebiasaan baik, hormat dan santun, dan membantu orang lain. Fondasi dari pengembangan karakter adalah perilaku- yaitu bagaimana mendorong mereka untuk berperilaku baik.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Inginkah anak anda berdisiplin? Karena disiplin membuat hidup jadi lebih indah!
Temukan solusinya di…. Seminar Pendidikan Anak untuk para orang tua
Bersama: Hj. Elly Risman, Psi. (Pakar konsultasi anak dan keluarga Yayasan Kita dan Buah Hati)
Hari, tanggal : Sabtu, 21-Maret-2009 Pukul : 08:00 - 12:00 WIB Tempat : Gedung Serbaguna Walikota Jakarta Barat Jl. Puri Indah Raya (dekat Mal Puri Indah) Penyelenggara : Persatuan Orang Tua dan Guru TKIT dan SDIT A BA TA, Srengseng, Jakarta Barat Fasilitas : Seminar Kit & Snack Box
Pada seminar ini anda akan mendapatkan KIAT-KIAT MENDISIPLINKAN ANAK DENGAN KASIH SAYANG tanpa harus terbantahkan. Jadi… pastikan Anda hadir !!!
TEMPAT TERBATAS!
Fasilitas seminar:
Daftarkan segera, paling lambat tanggal 20-Maret-09 pukul 13:00 Investasi : Rp 100.000
Pembayaran melalalui transfer ke rekening : BCA nomor 2881352488 atas nama Bintang Maprilles Amelia
Setelah transfer bank, mohon konfirmasi via SMS dengan format:
DDKS#Nama#Alamat#e-mail# ke nomor 0812-9617641 (Bintang M. Amelia)
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Pengertian ILS
Imunisasi dengan lekosit suami (paternal leukocyte immunization atau PLI) merupakan salah satu pilihan pengobatan imunologis (imunoterapi) yang diberikan pada pasangan suami istri (pasutri) yang menginginkan anak (infertil).
Pada wanita (jika belum hamil), baik spermatozoa (sel mani) maupun janin (hasil pembuahan) akan bersifat sebagai benda asing (antigen) di dalam organ kandungan, sehingga dapat ditolak. Akibatnya, seorang ibu hamil perlu melindungi janinnya dengan cara membentuk zat penolak (antibodi) untuk menghambat reaksi tersebut (blocking antibody) atau antibodi penghambat. Pada keadaan normal, dalam tubuh ibu hamil terbentuk antibodi penghambat untuk melindungi janin, terutama pada triwulan pertama kehamilan (12 minggu). Namun demikian, pembentukan antibodi penghambat tersebut pada keaddan tertentu sangat rendah, sehingga dapat terjadi keguguran (abortus) berulang, cacat janin, hambatan perkembangan janin atau bahkan samasekali tidak tumbuh yang lazim disebut hamil nir-mudigah (blighted ovum). Pembentukan antibodi penghambat tersebut dapat dipicu dengan memberikan sel darah putih )lekosit) suami ke istri melalui imunisasi. Tindakan ini disebut sebagai ILS atau PLI. Selain itu, pada wanita yng memiliki antibodi antispermatozoa (AAS) atau antisperm antibody (ASA) yang sangat tinggi dapat terjadi reaksi penolakan di dalam tubuhnya terhadap spermatozoa suaminya, karena spermatozoa dianggap sebagai benda asing. Dalam hal ini, ILS dapat melindungi tubuhnya dari antibodi antispermatozoa tersebut.
Keuntungan ILS
ILS berfungsi menurunkan antibodi antispermatozoa: lebih baik dan lebih selektif, tidak menurunkan sistem imun tubuh secara keseluruhan, hanya menurunkan kadar antibodi antispermatozoa terhadap spermatozoa suami
Pasien yang Memerlukan ILS
Pasutri infertil, baik yang primer (samasekali belum punya anak), maupun yang sekunder (pernah punya anak); Pasutri dengan riwayat keguguran berulang (2 kali atau lebih); Pasutri dengan riwayat kehamilan tidak berkembang atau hamil nir-mudigah
Bilamana ILS Diberikan?
sebelum terjadi konsepesi (pembuahan) dan setelah terjadi konsepsi hingga usia kehamilan 12 minggu
Jumlah Pemberian ILS
ILS minimal diberikan 3 kali dengan jarak 3-4 minggu. Dan 2 minggu setelah ILS ketiga, pasien disarankan untuk penilaian ulang uji imunoandrologi. ILS dapat diteruskan jika diperlukan.
Persiapan Pemeriksaan
pasangan suami istri sudah melakukan uji imunoandrologi; suami sudah melakukan pra-ILS; dan konsdisi suami harus sehat.
Source: Vikka
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
cURL error 52: Empty reply from server