(Kesehatan mama) alat kontrasepsi

Dari web Parenting Indonesia saya mendapat artikel menarik seputar alat kontrasepsi, dari pertanyaan yang sederhana seperti “Apa alat kontrasepsi yang harus Anda hindari ketika sedang menyusui?” sampai pertanyaan “Apakah plester KB dan cincin KB berisiko?”

Simak deh jawaba ibu-ibu kita :)

Menggunakan pil KB:

Waktu melahirkan anak yang pertama saya mencoba KB suntik 3 bulan, tapi saya mengalami pendarahan. Banyak yang bilang sih itu awalnya saja nanti juga nggak lagi tapi saya khawatir karena saya harus bekerja di kantor dan nggak mungkin dengan kondisi kekurangan darah setiap hari dan tensi darah saya saat itu memang turun.

Saya mencoba dengan KB Pil dan cocok.  Saya sudah merasa cocok dan aman menggunakan KB Pil. Untungnya saya dibantu suami untuk mengingatkan kapan saya harus meminum pil itu. Menggunakan kondom:

Saya mengganti suntik dengan Kondom supaya saya tidak lupa lagi karena saya sudah tidak boleh hamil lagi secara medis, saya pikir lebih sip dan amanlah

Menggunakan IUD T-Nova:

  • Satu hal lagi keuntungan memakai IUD T-Nova saya hanya perlu kontrol setahun sekali sekaligus chek pupshmeer. saya memakai IUD T-Nova untuk jarak 5 tahun.

  • Menurut saya IUD adalah metode Kb yang pas. karena sistem nya bukan menekan atau mematikan satu hormon. dan juga tidak ada pengaruh nya bagi perkembangan hormon. tidak seperti alat kontrasepsi lainnya yang sangat besar kemungkinan ada efek sampingnya bg kita. IUD sistemnya hanya menghambat untuk bertemu nya sel telur dgn sperma.

Ketika anak membantah..

A) “Lagi sibuk nih ma, masa’ gak liat siih?”

B) “Kenapa sih aku harus bantuin mama nyiapin meja, temen-temenku gak ada yang kayak aku.”

C) “Apa gak bisa adek aja yang ngerjain ma? Aku terus!”

Familiar sama kalimat di atas, bun? Pantas kok kalau bunda merasa kenal, soalnya kalimat-kalimat di atas adalah bantahan-bantahan yang sering dilontarkan sama anak kita di rumah.

Kenapa ya anak jaman sekarang gak malu-malu membantah kita, padahal dulu mana berani kita begitu dengan orangtua.

Menurut Adele Faber, penulis buku How to Talk So Your Kids Will Listen and Listen So Your Kids Will Talk, semuanya ini ada hubungannya dengan budaya yang berlaku sekarang ini. Budaya di lingkunganlah yang membuat anak kita menjadi lebih berani juga mencontoh apa yang terjadi di lingkungan mereka. Oleh karena itu, sebagai orangtua kita harus bisa menjadi contoh yang baik.

  • Sebagai orangtua kita harus menjaga benar apa yang keluar dari mulut kita.

Ingat bun, anak akan mencontoh orangtuanya.

  • Jadi orangtua buat anak, bukan sahabat.

orangtua yang bekerja sering merasa bersalah karena meninggalkan anak seharian di rumah, makanya mereka takut untuk memarahi anaknya.

Apa yang tidak akan dibilang oleh dokter kandungan

Sudah pasti ibu hamil tidak bisa dipisahkan dari dokter kandungannya sendiri, karena keinginan sang calon mama hanya 1: melahirkan bayi yang sehat wal afiat. :)

Tau gak ternyata ada beberapa hal yang tidak dikasih tahu oleh dokter kandungan, lho bun. Nah lho, apaan saja tuh?.

Yang pertama, ibu hamil itu jiwa beres-beresnya besar banget. :)

Yang tadinya tinggal manggil bibik kalau kamar anak kotor, sekarang malah ibu hamil lebih rajin daripada si bibik. ;) Bagus itu malah, asal jangan sampai kecapean ya bun.

Yang kedua, ibu hamil itu moody banget. Istilahnya nih, dicolek dikit aja bisa mewek..hehe. Wajar sih namanya juga lagi ada perubahan di dalam tubuh bunda.

Yang ketiga, ibu hamil suka gak konsen. Lagi-lagi ini dikarenakan karena perubahan hormon dalam tubuh bunda.

Eh bun, kebayang gak kalau dokter bunda ngomong gini: “bun, jangan lupa beli beha yang lebih besar ya karena nanti payudara bunda akan membengkak.” ;)

Eh tapi ini benar kok bun, saat ibu hamil kapasitas paru-parunya akan membutuhkan tempat yang lebih besar karena ia bernafas untuk 2 manusia, makanya dada ibu hamil pun akan membesar.

Saat anak patah hati

Inget gak dulu waktu masih remaja, jamannya pertama kali mengenal pacaran? Wuiiih, indahnya masa-masa itu yaa. :) Tapi kalau sudah putus, rasanya dunia mau kiamat, hihihi, bener kaaan? ;)

Kalau dulu bunda pernah mengalami, sekarang gilirannya si kakak yang sudah mengenal pacaran yang mengalami. Gimana ya bunda bisa mengatasinya?

Pertama, bunda gak boleh mencampuri masalahnya sang anak apalagi sampai memarahi dengan embel-embel “kan bunda sudah bilang..”, uuuh jangan bangeeet deh bun. Ini saatnya bunda menjadi seorang bunda yang pengertian tanpa harus bersikap otoriter ke anak. Biarkan ia mencurahkan perasaannya ke bunda, menangis, kesal atau marah-marah. Setelah perasaan kakak melega, baru bunda bisa memberi wejangan-wejangan ke anak (tanpa marah-marah, ya bun :)).

Namanya juga baru patah hati, pasti maunya nangiiis terus. Ayo bun, jangan hanya hanya bisa ngasih wejangan saja ya, tapi saatnya bunda bergerak nih. Ajak anak melakukan kegiatan yang menyenangkan hatinya: jalan-jalan, makan di luar atau mengajaknya menekuni hobinya yang sudah lama ia lupakan seperti baca buku atau  nonton. Intinya temani anak sampai ia melupakan kesedihan-kesedihannya.

Home schooling atau Taman Bermain?

Dear Moms, Anakku (laki-laki) kan baru berusia 3 tahun nih. Seperti ibu-ibu lainnya, aku ingin memasukkan anakku ke playgroup nih.

Kemarin sudah sempat ditest masuk sih di playgroup dekat rumah, tapi karena anakku ini anak yang aktif sekali..makanya kemarin gak bisa diam malah lari-larian kesana kemari. :)

Makanya aku berencana anakku dihomeschooling saja sampai dia siap beneran buat sekolah (langsung TK mungkin tahun depan).Tapi kalau harus ngajarin sendiri, aku juga bukan tipe orang yg sabar nih. ;) Enaknya gimana yah? Makasih ya, Nanda


Pertanyaan ibu Nanda di atas mungkin menjadi pertanyaan ibu-ibu lainnya mengenai home schooling. Mungkin namanya bukan home schooling ya, tapi lebih ke pengenalan belajar ke anak balita, dengan merangsang otaknya.

Sambil kita ajak nonton kartun Dora, bisa kita ajak si kecil nyanyi-nyanyi atau meniru gerakannya Dora. Bisa juga kita ajak si kecil belajar mengenal huruf dengan mainan alfabet yang warna-warni itu. Intinya merangsang kerja otak anak kita bun, tanpa harus memaksakan otak mereka untuk bekerja keras.

Cara membungkus bayi

Posisi tidur bayi

sleep_safe_1

Yang harus diingat saat membedong

Ternyata membedong bayi juga dianjurkan loh di negara lain. Dari situs raisingchildren.net dibilang kalau membedong bayi itu bisa mencegah Kematian Mendadak pada Bayi atau SIDS (Sudden Infant Death Syndrome).

Bayi boleh dibedong sampai ia dapat tengkurap. Tapi kalau bayi sudah dibedong, ia tidak boleh diselimuti lagi karena kasian bayi kita bisa kepanasan yang bisa menjadi salah 1 penyebab SIDS juga.

wrap-panel-1

Dunia khayal anak

Dulu waktu masih umur 7 tahun saya suka banget ngobrol sama lemari mama (lemarinya itu besar dan menempel di tembok), waktu itu saya membayangkan lemari itu adalah teman saya (imaginary friend).;)

Lupa sih sebenarnya sampai umur berapa saya berteman dengan teman khayalan saya, tapii..ini membuktikan kalau saya normal (seperti anak lainnya yang juga punya teman khayalan)..hahahaha :D

Akan tetapi orangtua juga harus waspada niih kalau anak kelamaan hidup dalam dunia khayal mereka. Rasanya sudah tidak wajar yaa kalau anak membanggakan diri bisa matahin kepala temannya di latihan karate (*waduuh kalau ini mah bahaya banget kalau beneran).

Apa dong yang bisa bunda dan ayah lakukan supaya anak gak terus hidup dalam dunia khayalnya?

Yang pertama bunda bisa mengajak anak untuk gak menyombongkan diri, tapi jangan dimarahi ya bun :) Ajak aja si kakak becanda: “Bener niih kakak bisa mengarate temen sampe kepalanya copot? Kalau kepalanya copot, kan kasian kak.”

Bedong? mistos atau beneran?

Q: Aku baru punya baby, trus gak satu dua orang yg nyaranin baby yang baru lahir gitu harus dibedong (salah bukan sih nulisnya) itu lho tubuh babynya di puntel-puntel sama kain sampe gak bisa begerak lagi, yang gak keikut cuman palanya doank. Katanya sih biat tulang-tulangnya entar lebih bagus plus gak bengkok-bengkok gitu.

Itu bener gak sih apa cuman mitos aja, trus apa ada rekomendasinya dari ahli kesehatan?

Jujur baby digituin liatnya kesian banget, kek gak bisa leluasa begerak, mana panas pula.


A: bener! bedong dianjurkan buat mengurangi gerak reflek aka Moro yang ada pada bayi baru lahir. jadi gak ada hubungannya dengan tulang.

Tapi klo bayinya gak masalah dengan gerakan reflek ts ya, gak dibedong juga gak papa. tergantung bayinya juga.

bayi yg belum bisa mengontrol gerakannya (bayi kan kadang-kadang suka gerak-gerak sendiri tangan dan kaki nya tuh, nah kadang dia gerak sendiri, tapi kaget sendiri, kan? nah bedong ya fungsinya untuk menyamankan bayi dari gerakan moro itu.

anak-anakku semuanya dibedong. karena klo gak dibedong, rewel. jadi dibedong trutama malam hari.

yasa pernah nangis-nangis trus sehari setelah pulang dari RS. karena waktu itu kita menganut asas gak mau mbedong anak. eh bgitu ada temen suami saya dateng dan mbedong yasa, trys berenti nagis dan tidur.

Danial juga dibedong. Zirak bgitu lahir juga semacam dibedong sama RS sini.

dan waktu tanpa sengaja aku liat artikel bagi newborn baby yg disediakan RS. artikel tsb membicarakan cara mengatasi bayi rewel. karena mirip2 dengan orang 2 tua kita dalam mengatasi bayi rewel, jadinya aku teringat trus. karena aku jadi menemukan alasan yg cukup ilmiah dan masuk akal terhadap anjuran2 mereka.

nah setelah aku pas-pas kan kok malah mirip cara orang-orang tua ngadepin bayi.

diantaranya, di bedong -untuk membuat bayi nyaman karena terhindar dari gerakan reflek moro yg mengagetkan plus bayi merasa aman dan nyaman karena merasa seperti dirahim ibu.

cuman orang2 tua kita dulu gak ngerti jadi dianggap meluruskan tulang.

trus, kalau bayi nangis trus, coba di Sh sh ssh shhh, karena ini mengingatkan bayi di rahim ibu yg deket dengan aktivitas organ ibu seperti  suara2 peredaran darah ibu.

trus dikamar sebaiknya ada bunyi jam, tok tok tok yg berbunyi secara teratur yg mengingatkan bayi akan detak jantung ibunya ketika di rahim

trus di ayun. karena bayi dirahim ibu kan selau di bawa kemana-mana oleh ibunya sehingga serasa di ayun-ayun.

AsiaBlogging.com News

Asia Blog Network

Our channels and feeds

  • Business Channel (7 blogs)
  • City Channel (26 blogs)
  • Film Channel (10 blogs)
  • Health Channel (6 blogs)
  • Sport Channel (6 blogs)
  • Media Channel (6 blogs)
  • Lifestyle Channel (4 blogs)
  • Hobby Channel (4 blogs)
  • Science Channel (8 blogs)
  • Music Channel (3 blogs)
  • Tech Channel (10 blogs)
  • Tips Channel (4 blogs)
  • Travel Channel (9 blogs)
  • Writing Channel (5 blogs)