You're here: My Health Blogging » Parenting » Article: Gak selalu harus menang, kan?
3 hari yang lalu di rumah saya, kakak saya dan keponakan saya yang berusia 3 tahun asyik bermain kartu UNO. Semuanya berjalan lancar, sampai kakak saya mengeluarkan kartu yang mengharuskan ponakan saya untuk mengambil 4 kartu lagi. Yang berartiiii, ponakan saya belum menang :p
Bisa ketebak.. ponakan saya langsung nangis senangis-nangisnya, protes karena ia kalah. Dan permainanpun berakhir, hihihi..
Naah disini ini tantangan orangtua untuk mengajarkan anak menerima kekalahan. Karena biasanya ayah/bunda selalu menyemangati anak untuk jadi yang pertama.
Jaman dulu waktu jaman masih sekolah juga saya dinasehatinya: “ranking yaa.”
Orangtua masih berorientasi kepada ranking, nilai 100, NEM tertinggi untuk mengukur suatu kesuksesan. Jaman sekarang mah..udah gak jaman buun. : p
Bukan berarti orangtua membiarkan anak males-malesan, lho. Kita boleh ngajarin anak untuk juara 1, tapi jangan sampai kita membiarkan ambisi pribadi menghalangi bakat anak itu sendiri.
“Mama pasti bangga kalau kakak dapat ranking..tapi tanpa rankingpun mama masih bangga sekali sama kakak, karena kakak sudah rajin dan mau berusaha.”
Lebih enak kan, daripada..
“Yaaah, kakak kok gak ranking? makanya bunda bilang didengerin doong!”
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
A feed could not be found at http://3gweek.net/feed/
Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.