You're here: My Health Blogging » Parenting » Article: Menghadapi anak kidal
Dari kecil saya sudah terbiasa menulis dengan tangan kiri, tapii kalau ditanya saya kidal atau gak..jujur agak bingung nih. Soalnya untuk masalah makan bahkan dulu sempat suka nyabutin uban mama saya, saya menggunakan tangan kanan..dan untuk urusan mencuci bagian dalam saya memakai tangan kiri.

Alhamdulillaah orangtua dan keluarga juga gak pernah maksa saya supaya gak memakai tangan kiri buat menulis, mereka cuma rajin mengingatkan saja saat makan untuk menggunakan tangan kanan.
Kidal itu bukan suatu kelainan kok, jadi orangtua juga jangan panik kalau anaknya terlahir kidal. Ini ada beberapa tips berguna dari Kompas:
1.Menerima anak apa adanya,
termasuk kenyataan kalau anak itu kidal. Jangan malah dikecilkan hatinya yaa, bunda..ayah. Justru orangtua harus membantu anak supaya percaya diri saja dengan kekidalannya di tengah lingkungan yang terbiasa menulis dengan tangan kana. Dengan begitu anak akan merasa biasa-biasa saja meski dirinya berbeda dari anak lain.
2.Jangan memaksa anak menonaktifkan tangan kirinya.
Untuk aktivitas bina diri atau aktivitas lain yang tidak terlalu terkait dengan relasi interpersonal seperti menulis, menggambar, makan, pakai baju, biarkan anak menggunakan tangan kirinya, karena ia merasa paling nyaman menggunakan tangan kiri. Orangtua cukup menyarankan anak untuk sekali-kali mencoba menggunakan tangan kanan mereka, tapi jangan menjadikannya sebagai suatu keharusan. Bila anak merasa nyaman saat mencoba tangan kanan, bunda/ayah bisa memberi pujian dan terus menyemangati anak agar mencoba terus tangan kanannya.
3.Perkenalkan norma sosial yang berlaku di masyarakat umum.
Walaupun anak kidal, kita tetap harus mengajarkan nilai dan budaya timur umumnya, seperti: menggunakan tangan kanannya untuk bersalaman, cium tangan, menerima sesuatu,atau memberikan sesuatu. Sehingga anak bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan sosialnya, bisa diterima secara sosial, dan tidak dianggap anak tak sopan. Lagipula gerakan seperti itu bukanlah sesuatu yang sulit untuk diajarkan kalau bunda sudah membiasakannya dari rumah. :)
4.Gak ada istilah tangan bagus, tangan jelek. Tangan kiri dan kanan kan sama-sama diciptakan oleh Tuhan, jadi kalau bunda bilang tangan kanan tangan bagus, tangan kiri tangan jelek berarti sama aja mencemooh ciptaan Tuhan kan, bun? ;)
Jadi anak jangan dimarahi kalau ia menulis dengan tangan kiri, karena kalau orangtua sering memarahi anak hanya karena hal ini…anak bisa merasa tertekan dan terbebani. Bisa jadi, ia malah enggan belajar menggunakan tangan kanannya.
5.Terus melatih penggunaan tangan kanannya.
Tujuannya untuk lebih menyeimbangkan fungsi otak kanan dan kirinya. Melatihnya pun dalam hal-hal yang lekat dengan aktivitas anak sehari-hari seperti makan, mewarnai gambar, menggambar dan kegiatan lainnya. Bila anak sudah bisa menggunakan tangan kanannya beri ia pujian dan terus semangati ia untuk tetap melatihnya. :)
6.Mengenali kidal di lingkungan.
Seringkali lingkunganlah yang membuat anak yang kidal merasa gak nyaman dengan kekidalannya. Entah dengan tanggapan “kidal itu kelainan”, “kidal itu gak sopan”, dll.
Bunda bisa meminta bantuan/kerjasama guru di sekolah untuk tidak memaksakan atau mengatakan bahwa penggunaan tangan kirinya jelek dan buruk.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
cURL error 52: Empty reply from server
Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.