You're here: My Health Blogging » Parenting » Article: Jangan membunuh sel-sel otak anak
Cepetan!
Makanannya dikunyah!
Cuci tangannya!
bayangkan bunda yang mengatakan hal-hal di atas ke anak sendiri dengan intonasi tinggi dan keras, layaknya seorang bos kepada bawahannya.
Masih heran kenapa anak menganggap bunda galak dan gak menyenangkan?
Sebagai seorang anak, saya sendiri paling takut kalau mama saya sudah marah-marah dan teriak-teriak :p Karena sebenarnya percuma juga nasehatin anak atau meminta anak melakukan sesuatu sambil marah-marah. Anak bukannya nurut malah semakin berontak dan melakukan hal-hal yang kita anggap “nakal.”
Catet ya bun: gak ada yang namanya anak nakal.
Yang ada, anak yang berusaha menarik perhatian bundanya (yang mungkin lagi sibuk kerja).
Saya mendapat SMS wejangan dari ESQ bagus banget:
“Rasul begitu lembut pada anak-anak, tidak pernah ada bentakan. Terbukti pada saat ini bahwa ternyata bentakan pada anak dapat membunuh ribuan sel pada otaknya.”
Kebayang sekarang, berapa ribu sel otak anak yang sudah kita bunuh??
Tips dari Super Nanny:
1.sejajarkan tubuh kita dengan anak saat kita menasehati mereka.
2.Kasih peringatan dulu sebanyak 2 kali sebelum memberi anak “time out”.
3.Jangan pernah memberi peringatan ke anak dengan menguncinya di kamar.
4.Memukul/mencubit/menyetrap anak…hmmm, itu metode mendidik anak jaman dulu ya buuun. Jangan dipake lagi.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
cURL error 52: Empty reply from server
Ikuti diskusi Satu komentar untuk artikel ini.
dedeh
saya malu dan menyesal ketika membaca artikel jangan membunuh sel-sel otak anak, karena sekitar dua jam sebelum membaca artikel ini saya mengatakan “makannya dikunyah donk matanya jangan ke TV terus kesiangan ke sekolah” dan anak saya yang sedang menyantap nasi uduk dengan lahapnya mendadak bilang sudah ah bu kenyang.terus neneknya bilang jangan diburu-buru kasian. dan ketika saya menyuapi anak saya dia mau memakannya tapi ketika mau menelan dia mau muntah, dan akhirnya makannya selesai dengan perasaan saya yang kecewa karena makanan yang dia suka yaitu nasi uduk tidak habis. saya terkesan dengan artikel “jangan membunuh sel otak anak” karena itu membuat saya sadar kalau keegoisan orang tua sering tidak memikirkan akibat yang terjadi pada anak. semoga saya bisa membaca artikel selanjutnya, boleh ngga saya minta artikel yang memotivasi anak agar tidak terpuruk ketika dia kalah lomba, yang bisa memperluas wawasan dan pengetahuan saya yang positif dan saya bisa mempraktekannya. amin.
May 11th, 2009 at 10:13 am