You're here: My Health Blogging » Parenting » Article: Menghadapi ketakutan anak

Menghadapi ketakutan anak

yaya — October 21, 2008 / 1:37 pm

Tanya:

Anak saya yang berusia 10 tahun selalu ketakutan. Dia takut sama gelap, takut sama api, takut diculik, takut sendirian..semuanya dia takut.  Bahkan sampai pernah saking takutnya dia malam-malam pindah tidur di kamar saya dan papanya karena ia bermimpi seram.

Apa ini normal? Apa dong yang bisa saya lakukan untuk membantunya?

Jawab:

Wajar kok kalau anak-anak suka ketakutan sendiri. Faktanya, anak-anak akan mengalami fase dimana ia selalu merasa ketakutan. Hal ini terjadi saat imajinasi mereka mulai berkembang, akan tetapi mereka belum memiliki alat yang kuat untuk membedakan antara kenyataan dan imajinasi. Ketakutan juga dapat dirasakan anak-anak apabila mereka mengalami atau mendengar hal-hal yang menakutkan (untuk ukuran mereka ya), seperti kebakaran, perampokan, kematian, dll. Ini wajar kok terjadi dan setiap anak berbeda-beda, pada satu anak ia akan dengan cepat merasa gak takut lagi…sedangkan di anak yang lain ia lama baru merasa aman kembali.

Begitu anak beranjak dewasa, rasa takut itu akan berkurang dan menghilang, Dalam hal ini orangtua memegang peranan yang penting untuk membantu anak mengatasi rasa ketakutan mereka.

1.Bantu anak menghadapi ketakutan mereka.

Kekuatan rasa takut itulah yang malah semakin mendorong kita untuk menjauhinya, berusaha membuangnya jauh-jauh.

Jelaskan ke anak kalau salah satu jalan supaya gak takut lagi adalah dengan melakukan apa yang sebenarnya si anak takut untuk lakukan.

Contohnya: anak takut saat mau  periksa gigi.

Bunda bisa menemaninya ke dokter gigi sambil menerangkan tentang apa saja yang ia lihat di ruang tunggu dokter, alat-alat yang akan dipakai dokter, dll.

2.Dengarkan keluh-kesah anak saat ia ketakutan.

Membicarakan tentang ketakutan itu sendiri ada;ah salah satu cara terbaik untuk membantu anak menghadapi ketakutannya.

Biarkan ia bercerita sendiri tanpa bunda harus memotong ceritanya, membantahnya atau bahkan memarahinya.

3.Yakinkan anak bahwa ia tidak perlu takut karena Tuhan selalu menemaninya. meaning while saying them.

4.Bekali dan ajari anak dengan agama.

Untuk yang beragama Islam misalnya, ajarin ia sholat sedini mungkin. Jadi anak bisa menyalurkan rasa takutnya dengan cara sholat, berdoa atau ngaji.

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

FEATURED

COMMENT

  • cayono budi.s — saya punya mitra binaan ..bernama pengobatan timur.yang konsepnya menggabungkan metode cina india dan jawa.cina dg konsep yin yang ,acupunctur,acupresure.india ...
  • dinar — Hai,Mom's. ada info untuk penyalur baby sitter bagus tempatnya di Surabaya. namanya Baby sitter Nurani, telp: (031)71332390 Panggil aja Mbak / bu ...
  • Deasy — Gatelll..nyebar lagi. ke dokter ahli alergi, dikasih salep "Dermovate", bagus, begitu gatel diolesin ini langsung mendingan, salep gini belinya di ...
  • kamal jabbar — dok... mertua saya di vonis oleh dokter mengidap penyakit kanker rahim dan di sarankan untuk operasi.adakah obat herbal yang dapat menyembuhkan ...
  • Mifta — Saya punya anak umur 8bulan, sudah tumbuh gigi 4pcs, apa sudah boleh sikat gigi dengan pasta gigi yang ada di ...
  • Jati — commentnya kok pada nyebelin, kalobelum nyoba jng reply napa? pake nanya ini itulah... coba dulu, kalo yang udah nyoba trus ...
  • MINYAK ANGIN AROMATHERAPY — MINYAK MINYAK ANGIN AROMATHERAPY Mohon maaf lahir dan batiin. Met idul fitri yach...?!
  • obat herbal — artikelnya bagus. mari kita galakkan konsumsi obat herbal.
  • ibar santoso — Teh nya dikasih gula gak mbak ? hi hi hi......... becanda ! Makasih tipsnya. Entar gue coba deh.
  • diar — mo nanya nih,kalo bwt ibu hamil gimana ya,aman ga??