You're here: My Health Blogging » Parenting » Article: Menghadapi ketakutan anak
Tanya:
Anak saya yang berusia 10 tahun selalu ketakutan. Dia takut sama gelap, takut sama api, takut diculik, takut sendirian..semuanya dia takut. Bahkan sampai pernah saking takutnya dia malam-malam pindah tidur di kamar saya dan papanya karena ia bermimpi seram.
Apa ini normal? Apa dong yang bisa saya lakukan untuk membantunya?
Jawab:
Wajar kok kalau anak-anak suka ketakutan sendiri. Faktanya, anak-anak akan mengalami fase dimana ia selalu merasa ketakutan. Hal ini terjadi saat imajinasi mereka mulai berkembang, akan tetapi mereka belum memiliki alat yang kuat untuk membedakan antara kenyataan dan imajinasi. Ketakutan juga dapat dirasakan anak-anak apabila mereka mengalami atau mendengar hal-hal yang menakutkan (untuk ukuran mereka ya), seperti kebakaran, perampokan, kematian, dll. Ini wajar kok terjadi dan setiap anak berbeda-beda, pada satu anak ia akan dengan cepat merasa gak takut lagi…sedangkan di anak yang lain ia lama baru merasa aman kembali.
Begitu anak beranjak dewasa, rasa takut itu akan berkurang dan menghilang, Dalam hal ini orangtua memegang peranan yang penting untuk membantu anak mengatasi rasa ketakutan mereka.
1.Bantu anak menghadapi ketakutan mereka.
Kekuatan rasa takut itulah yang malah semakin mendorong kita untuk menjauhinya, berusaha membuangnya jauh-jauh.
Jelaskan ke anak kalau salah satu jalan supaya gak takut lagi adalah dengan melakukan apa yang sebenarnya si anak takut untuk lakukan.
Contohnya: anak takut saat mau periksa gigi.
Bunda bisa menemaninya ke dokter gigi sambil menerangkan tentang apa saja yang ia lihat di ruang tunggu dokter, alat-alat yang akan dipakai dokter, dll.
2.Dengarkan keluh-kesah anak saat ia ketakutan.
Membicarakan tentang ketakutan itu sendiri ada;ah salah satu cara terbaik untuk membantu anak menghadapi ketakutannya.
Biarkan ia bercerita sendiri tanpa bunda harus memotong ceritanya, membantahnya atau bahkan memarahinya.
3.Yakinkan anak bahwa ia tidak perlu takut karena Tuhan selalu menemaninya. meaning while saying them.
4.Bekali dan ajari anak dengan agama.
Untuk yang beragama Islam misalnya, ajarin ia sholat sedini mungkin. Jadi anak bisa menyalurkan rasa takutnya dengan cara sholat, berdoa atau ngaji.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
A feed could not be found at http://3gweek.net/feed/
A feed could not be found at http://feeds.feedburner.com/transjogja
Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.