You're here: My Health Blogging » Parenting » Article: Being a father..

Being a father..

yaya — September 24, 2008 / 7:52 am

Peranan seorang ayah sama pentingnya dengan peranan seorang mama bagi anak-anaknya, jadi menjadi ayah gak berarti ongkang-ongkang kaki aja di rumah main sama anaknya (excuse my language) dan membiarkan sang mama yang mendidik anak-anak. Tidaaak…

Menjadi seorang ayah itu berarti:

1.Menjadi contoh bagi anak-anaknya.

Benar kan? kalau mau anak kita belajar bersopan-santun maka ayah duluanlah yang harus memberikan contoh tersebut. Dari hal kecil saja seperti bilang terimakasih, permisi atau maaf. Kalau anak udah melihat ayahnya melakukan hal-hal tersebut, otomatis ia akan meniru.

2.selalu bersedia untuk mengerti anak-anaknya.

Walaupun anaknya nakal minta ampun, sang ayah harus bisa menahan diri dari selalu memarahinya atau bahkan sampai main tangan ke anaknya. Kalau ayah sudah bisa merubah pola pikirnya dari sistem mendidik jaman penjajahan ke sistem mendidik dengan mengayomi, pasti anak-anak tidak akan segan ngadu ke ayahnya kalau mereka ada persoalan.

3.Gak pernah menggunakan “fisik” dalam mendidik anak-anaknya.

Artinya, mau senakal apapun anak-anaknya sang ayah tidak pernah memukul/menjewer/mencubit anak-anaknya. Ingat yaa para ayah (dan bunda juga) jangan pernah memakai hukuman fisik karena anak-anak yang terbiasa menerima hukuman fisik rasa kepercayaan dirinya akan menurun drastis lho.

Gak ada kan orangtua yang ingin memiliki anak yang gak punya rasa percaya diri?

4.Gak hanya omdo (omong doang).

Kalau emang ayah mau menerapkan disiplin ke anak-anaknya, misalnya: gak boleh nonton tv kalau belum selesai belajarnya.

Naah di sini ayah harus benar-benar bisa berpegang teguh pada aturan yang ia buat sendiri. Jangan sekali-kali punya pikiran “ah, kali ini aja kok,” atau “kan nontonnya cuman bentar.”  Kalau ayah tidak bisa berpegang pada aturan yang ayah buat sendiri, maka anak-anak aka melihat sang ayah tidak serius kalau membuat peraturan.

5.Gak segan memberi tanggungjawab ke anak-anaknya.

Tanggungjawab = percaya.

Dari hal-hal kecil seperti meminta anak-anak membersihkan kamar mereka sendiri, menggunakan uang saku dengan hemat sampai ke hal-hal seperti membantu ayah dan bunda belanja bulanan. Semuanya bisa dilakukan anak kalau kita belajar untuk mempercayai mereka dengan tanggungjawab.

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

FEATURED

COMMENT

  • cayono budi.s — saya punya mitra binaan ..bernama pengobatan timur.yang konsepnya menggabungkan metode cina india dan jawa.cina dg konsep yin yang ,acupunctur,acupresure.india ...
  • dinar — Hai,Mom's. ada info untuk penyalur baby sitter bagus tempatnya di Surabaya. namanya Baby sitter Nurani, telp: (031)71332390 Panggil aja Mbak / bu ...
  • Deasy — Gatelll..nyebar lagi. ke dokter ahli alergi, dikasih salep "Dermovate", bagus, begitu gatel diolesin ini langsung mendingan, salep gini belinya di ...
  • kamal jabbar — dok... mertua saya di vonis oleh dokter mengidap penyakit kanker rahim dan di sarankan untuk operasi.adakah obat herbal yang dapat menyembuhkan ...
  • Mifta — Saya punya anak umur 8bulan, sudah tumbuh gigi 4pcs, apa sudah boleh sikat gigi dengan pasta gigi yang ada di ...
  • Jati — commentnya kok pada nyebelin, kalobelum nyoba jng reply napa? pake nanya ini itulah... coba dulu, kalo yang udah nyoba trus ...
  • MINYAK ANGIN AROMATHERAPY — MINYAK MINYAK ANGIN AROMATHERAPY Mohon maaf lahir dan batiin. Met idul fitri yach...?!
  • obat herbal — artikelnya bagus. mari kita galakkan konsumsi obat herbal.
  • ibar santoso — Teh nya dikasih gula gak mbak ? hi hi hi......... becanda ! Makasih tipsnya. Entar gue coba deh.
  • diar — mo nanya nih,kalo bwt ibu hamil gimana ya,aman ga??