You're here: My Health Blogging » Parenting » Article: Being a father..
Peranan seorang ayah sama pentingnya dengan peranan seorang mama bagi anak-anaknya, jadi menjadi ayah gak berarti ongkang-ongkang kaki aja di rumah main sama anaknya (excuse my language) dan membiarkan sang mama yang mendidik anak-anak. Tidaaak…
Menjadi seorang ayah itu berarti:
1.Menjadi contoh bagi anak-anaknya.
Benar kan? kalau mau anak kita belajar bersopan-santun maka ayah duluanlah yang harus memberikan contoh tersebut. Dari hal kecil saja seperti bilang terimakasih, permisi atau maaf. Kalau anak udah melihat ayahnya melakukan hal-hal tersebut, otomatis ia akan meniru.
2.selalu bersedia untuk mengerti anak-anaknya.
Walaupun anaknya nakal minta ampun, sang ayah harus bisa menahan diri dari selalu memarahinya atau bahkan sampai main tangan ke anaknya. Kalau ayah sudah bisa merubah pola pikirnya dari sistem mendidik jaman penjajahan ke sistem mendidik dengan mengayomi, pasti anak-anak tidak akan segan ngadu ke ayahnya kalau mereka ada persoalan.
3.Gak pernah menggunakan “fisik” dalam mendidik anak-anaknya.
Artinya, mau senakal apapun anak-anaknya sang ayah tidak pernah memukul/menjewer/mencubit anak-anaknya. Ingat yaa para ayah (dan bunda juga) jangan pernah memakai hukuman fisik karena anak-anak yang terbiasa menerima hukuman fisik rasa kepercayaan dirinya akan menurun drastis lho.
Gak ada kan orangtua yang ingin memiliki anak yang gak punya rasa percaya diri?
4.Gak hanya omdo (omong doang).
Kalau emang ayah mau menerapkan disiplin ke anak-anaknya, misalnya: gak boleh nonton tv kalau belum selesai belajarnya.
Naah di sini ayah harus benar-benar bisa berpegang teguh pada aturan yang ia buat sendiri. Jangan sekali-kali punya pikiran “ah, kali ini aja kok,” atau “kan nontonnya cuman bentar.” Kalau ayah tidak bisa berpegang pada aturan yang ayah buat sendiri, maka anak-anak aka melihat sang ayah tidak serius kalau membuat peraturan.
5.Gak segan memberi tanggungjawab ke anak-anaknya.
Tanggungjawab = percaya.
Dari hal-hal kecil seperti meminta anak-anak membersihkan kamar mereka sendiri, menggunakan uang saku dengan hemat sampai ke hal-hal seperti membantu ayah dan bunda belanja bulanan. Semuanya bisa dilakukan anak kalau kita belajar untuk mempercayai mereka dengan tanggungjawab.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
cURL error 52: Empty reply from server
Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.