You're here: My Health Blogging » Parenting » Article: Melatih Anak Untuk Menunaikan Ibadah Puasa

Melatih Anak Untuk Menunaikan Ibadah Puasa

yaya — September 15, 2008 / 5:19 am

RAMADAN telah tiba. Bulan yang penuh rahmat, berkah, dan ampunan itu sudah tiba. Sebagai orangtua yang telah berpuluh kali menjalani ibadah puasa, tentu kita sudah tahu apa tujuan, makna, dan manfaat berpuasa. Tapi bagaimana dengan anak-anak kita?

Adalah tugas orangtua untuk menjelaskan kepada anak-anak apa arti, makna, dan manfaat berpuasa. Jika tidak dijelaskan sejak dini, bulan Ramadan akan jatuh seperti “perayaan tahunan”. Orangtua harus bisa melatih anak untuk berpuasa. Tapi melatih anak berpuasa tidak bisa dilakukan dengan cara paksa.

Diperlukan proses yang bertahap. Tahap latihan puasa ini dapat diterapkan pada anak dengan waktu yang tak harus penuh. Misalnya, dalam bahasa Sunda ada istilah sadawuh atau puasa sampai pukul 10 pagi, sabedug artinya berbuka setelah bedug zuhur berbunyi. Untuk dapat melatih anak berpuasa, ada beberapa cara yang dapat dilakuan.

Berikan perhatian ekstra.

Melatih anak berpuasa pada bulan Ramadan memerlukan perhatian ekstra. Namun perlu dicatat bahwa tujuan utama melatih anak-anak tumbuh kecintaan terhadap ibadah puasa. Karena itu, dalam latihan, kegembiraan mereka menjalankan puasa harus lebih diutamakan daripada keberhasilan secara kuantitas. Jangan sekali-kali memaksakan kehendak. Jangan menuntut anak bisa berpuasa secara penuh.

Tidak makan dan minum.

Untuk anak usia 5-7 tahun, latihlah untuk tidak makan dan minum setiap dua atau tiga jam sesuai kemampuan mereka. Jika mereka sudah tidak bisa lagi menahan lapar, izinkan mereka berbuka dan tambahkan waktu berpuasa hari selanjutnya sampai terbiasa hingga waktu azan zuhur tiba. Bila sudah terbiasa dan merasa tak merasa terbebani, tambahkan hingga waktu azan asar tiba. Lalu lanjutkan hingga puasa penuh sampai matahari terbenam.

Membangunkan anak.

Untuk anak-anak, bangun untuk makan sahur bukanlah hal yang mudah. Karena itu, orangtua perlu sabar untuk membangunkannya. Tanpa emosi dan kemarahan. Buatlah suasana rumah menyenangkan, misalnya dengan alunan ayat suci Alquran, nasyid, maupun lagu anak-anak, termasuk menikmati acara televisi.

Hidangan menu yang variatif.

Untuk menu makanan, pilihlah yang praktis dan variatif namun sudah cukup kalori. Susu, telur, dan roti, misalnya. Itu adalah pilihan menu yang sering disukai anak-anak. Dan mereka tak butuh waktu yang lama untuk memakannya. Menu itu mampu memenuhi kebutuhan kesehatan dan kekuatan tubuh untuk menjalani ibadah puasa.

Tahapan berbuka.

Jika anak belum berpengalaman puasa, kemudian ia minta berbuka kapan saja, izinkanlah. Jangan tolak. Namun setelah itu, berilah anak pengertian dan motivasi agar kemampuan berpuasanya semakin ditingkatkan. Ide untuk selalu berpuasa setelah berbuka pun bisa dicoba. Setelah berbuka pukul sepuluh, katakan kepada mereka bahwa mereka bisa melanjutkan puasanya. Begitu seterusnya hingga tiba waktu magrib. Jangan lupa mengikutsertakan anak pada saat berbuka, walaupun mereka telah berbuka sebelumnya. Saat berbuka bisa menjadi “peristiwa rohani” yang membahagiakan anak.

Lenyapkan makanan dan minuman dari pandangan anak.

Singkirkan jauh-jauh makanan dan minuman dari pandangan anak-anak. Kosongkan meja serta lemari makan. Kegembiraan saat berbuka atau makan sahur bersama akan memberikan suasana yang lain pada diri anak karena pada waktu berbuka puasa, seluruh keluarga biasanya berkumpul dan bergembira bersama.

Memberikan hadiah sebagai tanda penghargaan.

Memberikan hadiah atas perjuangan anak untuk berpuasa bisa menambah motivasi. Hadiah tidak perlu mahal atau berbentuk benda. Kalau mampu, tidak apa-apa. Kalau ternyata tidak, jangan memaksakan diri. Pujilah dia! Ingat, pujian bisa menjadi hadiah istimewa bagi anak.

Berikan permainan yang menyenangkan.

Untuk mengisi hari-hari anak berpuasa, orangtua dapat memberikan permainan menyenangkan sehingga perhatian ke rasa lapar teralihkan. Misalnya, membuat kerajinan tangan dari biji-bijian, daun, manik-manik, dan lainnya. Atau juga memberikan sesuatu yang bisa digunting, dirobek, dilem, sehingga menghasilkan hal menarik. Pilihan lainnya yaitu mengajak anak berkebun atau mengajak mereka memberikan sedekah kepada keluarga atau orang yang kurang beruntung dan biarkan mereka yang memberinya.

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

FEATURED

COMMENT

  • cayono budi.s — saya punya mitra binaan ..bernama pengobatan timur.yang konsepnya menggabungkan metode cina india dan jawa.cina dg konsep yin yang ,acupunctur,acupresure.india ...
  • dinar — Hai,Mom's. ada info untuk penyalur baby sitter bagus tempatnya di Surabaya. namanya Baby sitter Nurani, telp: (031)71332390 Panggil aja Mbak / bu ...
  • Deasy — Gatelll..nyebar lagi. ke dokter ahli alergi, dikasih salep "Dermovate", bagus, begitu gatel diolesin ini langsung mendingan, salep gini belinya di ...
  • kamal jabbar — dok... mertua saya di vonis oleh dokter mengidap penyakit kanker rahim dan di sarankan untuk operasi.adakah obat herbal yang dapat menyembuhkan ...
  • Mifta — Saya punya anak umur 8bulan, sudah tumbuh gigi 4pcs, apa sudah boleh sikat gigi dengan pasta gigi yang ada di ...
  • Jati — commentnya kok pada nyebelin, kalobelum nyoba jng reply napa? pake nanya ini itulah... coba dulu, kalo yang udah nyoba trus ...
  • MINYAK ANGIN AROMATHERAPY — MINYAK MINYAK ANGIN AROMATHERAPY Mohon maaf lahir dan batiin. Met idul fitri yach...?!
  • obat herbal — artikelnya bagus. mari kita galakkan konsumsi obat herbal.
  • ibar santoso — Teh nya dikasih gula gak mbak ? hi hi hi......... becanda ! Makasih tipsnya. Entar gue coba deh.
  • diar — mo nanya nih,kalo bwt ibu hamil gimana ya,aman ga??