You're here: My Health Blogging » Parenting » Article: Kalau si lugu dimanfaatin temannya
Bunda mana sih yang tidak kaget saat anaknya yang duduk di kelas 5 SD pulang sekolah dengan membawa pesan dari kepala sekolahnya agar bunda harus menghadap sang kepsek besok pagi?
yang jelas, bukan bunda model kakak saya..hehehe :)
Kakak saya dan suaminya ini adalah model orangtua yang membebaskan anaknya untuk beropini..bebas untuk menyatakan keinginannya dan bebas untuk mengeksplor rasa kepenasarannya.
Jadi, kakak saya pada waktu itu bisa dengan santai dan kepala dingin nanya anaknya kenapa kepala sekolahnya memanggilnya?
Ternyataaa.. keponakan saya yang emang dasarnya lugu dan “asal yang lain senang” ini tadi di sekolah disuruh oleh kakak kelasnya untuk menyongkeli motor-motor yang diparkir di sekolahan!!
Note ke semua orangtua yang mengalami hal yang sama: jangan panik..jangan terburu emosi langsung menyirami anak dengan nasehat-nasehat dan marah-marah, tapiiii…
biarkan sang anak bercerita apa yang sesungguhnya terjadi. Dengan begitu, ia tidak perlu merasa harus berbohong karena takut akan dimarahi.
Mungkin karena saking lugunya ponakan saya itu, saat ia bercerita ke mamanya pun..ia bisa dengan entengnya bercerita.
Naaah, di saat anak sudah selesai bercerita..bunda baru boleh deeh ngasih wejangan-wejangan ke mereka. Jangan dimarahi ya buun ;)
Waktu itu sih kakak saya hanya memberi tahu kalau tindakan anaknya itu sama dengan mencuri, dan itu adalah perbuatan berdosa dan tidak disukai Allah.
Kalau orangtua memberi pengertian ke anak dengan pelan-pelan dan sabar, yakin deh anak akan lebih mudah mengertinya :)
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
cURL error 52: Empty reply from server
Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.