You're here: My Health Blogging » Parenting » Article: Ibu Hamil, Hati-hati Infeksi Tokso
Kematian janin adalah kejadian yang tidak bisa dihindarkan ketika ibu tanpa diketahui mengidap toksoplasmosis. Penyakit yang diakibatkan oleh protozoa bersel tunggal Toksoplasma gondii ini memang lebih banyak menyerang perempuan yang sedang hamil muda. Meskipun sebenarnya siapa saja (lelaki ataupun perempuan), terutama yang sistem kekebalam tubuhnya sedang tidak prima, dapat terkena infeksi ini. Mudah Menular Diagnosa penyakit ini dapat diketahui melalui pemeriksaan laboratorium Penularan terjadi melalui perpindahan telur toksoplasma yang terkandung dalam air dan tanah. Hewan, seperti; burung, kucing, anjing, adalah pembawa parasit toksoplasma.
Hewan ini terinfeksi ketika telur tokosplasma masuk ke dalam usus dan berkembang menjadi parasit. Di dalam usus, parasit akan berkembang biak dengan mengeluarkan jutaan telur yang akan dikeluarkan bersamaan dengan kotoran hewan. Setelah berada di tanah atau air, toksoplasma dapat bertahan selama setahun. Karena itulah telur-telur toksoplasma mudah mencemari bahan pangan, baik hewan ternak, buah-buahan dan sayuran yang terkena air yang telah terkontaminasi. Oleh karena itu memakan daging yang tidak di masak dengan baik akan memberi kesempatan pada parasit toksoplasma untuk masuk dalam tubuh dalam keadaan hidup. Penularan pada ibu hamil Toksoplasmosis pada manusia, tidak ditularkan dari manusia ke manusia lain. Tetapi, melalui plasenta dari ibu ke janin yang dikandungnya. Jika hal ini terjadi pada trisemester pertama dan kedua. maka dapat Pasalnya, jika infeksi terjadi pada janin berusia kurang dari 6 bulan maka akan mengakibatkan neonatal congenital toxoplasmosis (gangguan pada sistem saraf pusat), dan yang lebih parah adalah keguguran. Pemeriksaan dan pengobatan secara dini, harus dilakukan agar risiko penularan pada janin minimal.
Dalam kondisi stabil, manusia memiliki resistens (kebal) terhadap infeksi toksoplasma. Walaupun terinfeksi (kuman masuk ke dalam tubuh), tidak segera menimbulkan gejala penyakit. Namun, pada ibu hamil berdampak signifikan, seperti mengakibatkan abortus (keguguran), atau cacat pada janin. Indikasi infeksi pada bayi dapat diketahui melalui pemeriksaan ultrasonografi (USG) yang memperlihatkan adanya cairan berlebihan pada perut (asites), pengapuran pada otak, serta pelebaran saluran cairan otak (ventrikel).
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
Ikuti diskusi Satu komentar untuk artikel ini.
Jozef
Apakah benar anjing sebagai pembawa parasit tokso?
mohon dijelaskan dengan literatur ilmiah yang dapat menunjukan bahwa anjing juga sebagai pembawa parasit tokso?????
October 10th, 2008 at 2:58 pm