You're here: My Health Blogging » Parenting » Article: ASI Lancar, Puasa pun Tak Lewat

ASI Lancar, Puasa pun Tak Lewat

yaya — August 29, 2008 / 7:16 pm

Bulan Ramadhan telah tiba. Bulan penuh ibadah bagi umat muslim di dunia. Salah satu ibadah yang wajib dilakukan setiap muslim yang telah baligh (cukup umur) adalah berpuasa. Nah, bagaimana dengan ibu hamil dan menyusui?

Puasa Ramadhan hukumnya tetap wajib bagi ibu hamil dan menyusui. Alhamdulillah, Islam memberikan kelonggaran bagi ibu hamil dan menyusui untuk tidak berpuasa dengan berpuasa di lain waktu atau membayar fidyah.

Yang pertama, dikembalikan kepada motivasi atau niat. Jika ibu hamil dan menyusui tidak melakukan ibadah puasa karena mengkhawatirkan kesehatan dirinya, maka dia menganggap dirinya seperti orang sakit. Sehingga cara mengganti puasa sama dengan mengganti puasa dikala orang sakit, yaitu dengan berpuasa di hari lain. Namun, jika mengkhawatirkan bayinya, dianggap seperti orang tua yang tak punya kemampuan sehingga cara menggantinya selain membayar puasa-seperti cara orang tua-yaitu dengan membayar fidyah.

Yang kedua, ibu hamil atau menyusui cukup membayar fidyah saja tanpa harus berpuasa. Karena keduanya tidak berpuasa bukan karena sakit, melainkan karena keadaan yang membuatnya tidak mampu puasa. Kasusnya lebih dekat dengan orang tua yang tidak mampu berpuasa.

Apa dan bagaimana cara membayar Fidyah? Fidyah adalah memberi makan orang fakir miskin. Satu hari puasa diganti dengan satu kali fidyah. Ukuran memberi makan adalah sebesar porsi kita makan 3 kali sehari, yakni sekitar 1 mud atau 600 gram. Jika dirupakan uang, sebesar biaya kita makan 3 kali sehari.

Ketika memberikan fidyah, ada tata caranya juga. Salah satu yang harus diingat adalah jangan lupa mengucapkan berita serah terima/ijab kabul. Misalnya “Saya membayar fidyah kepada saudara, mohon diterima dengan baik”. Jika meminta orang lain yang menyerahkan maka, “Ibu A membayar fidyah kepada saudara, mohon diterima dengan baik”.

Nah, bagi ibu menyusui yang ingin berpuasa bagaimana? Selama kondisi ibu dan bayi sehat, maka diperbolehkan berpuasa. Namun, jika dikuatirkan terjadi hal yang tidak diinginkan, misalnya kekurangan gizi, produksi ASI berkurang, sakit, dan lain sebagainya, maka Islam menyarankan untuk tidak berpuasa.

Sumber: http://aimi-asi.org

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

FEATURED

COMMENT

  • Novi — Dear Dr Anak saya baru berumur 11 bulan mau 1 thn dr dia bisa meranggkang sampai skrng, anak saya ga pernah ...
  • cenny — mau tanya anakku usia 1.5 th susah makan bb 11 kg, dia hanya mau makan biskuit dengan jumlah sedikit dan ...
  • mardiasih — Sebagai seorang ibu wajib mengetahui perkembangan kesahatan untuk putratrinya. Karena di tangan ibu anak akan menjadi terbaik atau terburuk. Jadi ...
  • Asnawi — tulisan anda tentang tanaman herbal dan khasiat-khasiatnya cukup menarik dan bermanfaat sebagai solusi kesehatan khususnya masyarakat yang berkempuan rendah seiring ...
  • Heny N — kalau mau beli buah tin di jakarta khususnya dimana
  • Dian Indriani — Yayasan Bhakti Siwi/Bina Karir itu punya nama lain yayasan Budi Asih, SANGAT tidak direkomendasikan. Hari ini kami memulangkan BS atas ...
  • reijal — salam nge blog... bagus bangat blognya... tolong kunjungi blog saya juga ya... reijal.wordpress.com maaf,,saya baru belajar bikin blog...
  • Windi — Saya Punya Beberapa tanaman buah tin yang sudah dicangkok plus sudah berbuah. saya terima pesanan untuk pohon yang belum berbuah ...
  • tahani — makasih infonya,sangat membantu saya yang baru jadi orang tua,sekai lagi makasih.
  • chelly — Hei Mom and Dad, Saya hanya ingin menambahkan data yayasan di daerah Jakarta Barat Yayasan Jakarta Jl. Duri Selatan 8 No. 17 A Jakarta ...