You're here: My Health Blogging » Parenting » Article: Pindah rumah bersama anak
Kakak tertua saya ini sejak menikah dengan suaminya sekarang bisa dibilang termasuk keluarga yang mobilitasnya lumayan tinggi juga. Bayangin saja, sejak menikah di Batam, mereka pindah tinggal di Bandung, tapi tak lama kemudian pindah lagi ke Amerika selama beberapa tahun. Bahkan semenjak anak mereka lahir, mereka kembali ke Indonesia dan menetap di Batam sampai akhirnya kakak saya menetap lagi di Jakarta bersama anaknya yang sudah kelas 5 SD.
Pindahan hanya berdua pasangan dengan bersama anak tentu saja berbeda. Apalagi bila anak sudah beranjak besar dan sudah bisa bertanya-tanya. Sebelum bunda dan ayah mengenali perasaan anak tentang pindah rumah, orangtua harus bisa mengenali, mengakui dan berbicara tentang perasaan mereka sendiri.
Baru setelah itu orangtua bisa mengajak anak “ngobrol” tentang kepindahan itu sendiri. Bagaimana pendapat anak, apa yang dirasakannya atau sekedar apa sih yang ditakuti oleh anak tentang pindah rumah, ganti sekolah dan ganti suasana nanti?
Oiya, yang terpenting jangan pernah menyembunyikan sesuatu mengenai kepindahan itu dari anak. Misalnya, kakak saya sudah jujur dari jauh-jauh hari ke anaknya kalau sementara menunggu rumah mereka selesai dibangun..mereka akan tinggal bersama grandpa dan grandma mereka dulu.
Ajak/libatkan anak untuk berkenalan dengan lingkungan barunya, seperti saat mencari sekolah baru, buat seragam sekolah bersama dan belanja cemilan untuk dibawa ke sekolah. Intinya, buat anak senyaman mungkin dengan kepindahan ini.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
A feed could not be found at http://3gweek.net/feed/
A feed could not be found at http://feeds.feedburner.com/transjogja
Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.