You're here: My Health Blogging » Parenting » Article: Menghadapi kesedihan bersama anak
Semenjak bunda saya masuk rumah sakit seminggu yang lalu, saya dan kakak=kakak sibuk bolak-balik rumah-rumah sakit. Bisa dibilang otak kita sudah penuh banget, campur aduk antara cemas, kuatir, sedih dan seribu perasaan lainnya.
Karena kedua kakak saya tidak bergantung dengan babysitter, alhasil ketiga ponakan saya (3.5 tahun, 7 tahun dan 10 tahun) ikutlah ke rumah sakit. Eh bun, pernah gak nanya ke anak-anak itu gimana perasaan mereka melihat sang nenek terbaring sakit?
Entah kenapa, saya selalu merasa terharu setiap kali saya bilang ke mereka “doain nenek ya supaya sembuh,” mereka selalu menjawab langsung dan tanpa berpikir panjang: “iya didoain.”
Yah begitulah bun, sebagai seorang dewasa kita harus meluangkan waktu untuk mencurahkan isi hati ke anak-anak itu. Jadi anak-anak juga tidak malu untuk curhat ke kita juga.
Dengan kita saling mencurahkan isi perasaan, kita juga memberi pelajaran ke anak tentang arti kata peduli dan jujur dengan perasaan sendiri.
Juga kita tidak boleh menyembunyikan fakta tapi gak perlu terlalu terbuka juga, bun. Jelaskan ke anak tapi tidak usah terlalu mendetail.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.