“Ma, yang ditaruh di cucian apa ma?”
“Ma, yang ditaruh di cucian apa ma?”
“Ma, hari ini kita belajar apa ma?”
“Ma, piyama Walid mana ma?” Bayangin deh bun, kalau setiap hari anak bunda menanyakan hal yang sama terus dan bunda juga selalu memberi jawaban yang samaa terus. Itulah yang terjadi dengan keponakan saya yang sekarang kelas 5 SD. Entah karena emang mamanya sudah membiasakan anaknya untuk disiplin (which is a good thing) atau anaknya yang senewenan (suka mengulang-ulang hal yang ia sebenarnya sudah ketahui).
Ingat kan bun, saya sudah pernah mengatakan kalau anak kita bukan robot? Disiplin sih boleh-boleh saja tapi jangan juga membiasakan anak tergantung dengan bunda. Cukup bunda mengulang instruksi/peraturan ke anak sebanyak 2-3 kali.
Misalnya: “Walid, kalau mau tidur pipis, sikat gigi cuci kaki cuci tangan.”
Karena kalau menurut Psikolog keponakan saya ini tidak boleh terlalu didikte dengan rutinitas seperti itu sebenarnya, biarkan ia berpikir sendiri.
Jujur, itulah tugas orangtua yang paling berat:
melepaskan anak untuk membuat keputusannya sendiri.
Tapi kakak saya juga sudah mulai bisa menahan dirinya sekarang untuk tidak mengulang-ulang instruksi.
Seperti kemaren:
“Ma, yang ditaruh di cucian apa ma?” “Terserah Walid deh.”

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.