You're here: My Health Blogging » Parenting » Article: Saat anak patah hati
Inget gak dulu waktu masih remaja, jamannya pertama kali mengenal pacaran? Wuiiih, indahnya masa-masa itu yaa. :) Tapi kalau sudah putus, rasanya dunia mau kiamat, hihihi, bener kaaan? ;)
Kalau dulu bunda pernah mengalami, sekarang gilirannya si kakak yang sudah mengenal pacaran yang mengalami. Gimana ya bunda bisa mengatasinya?
Pertama, bunda gak boleh mencampuri masalahnya sang anak apalagi sampai memarahi dengan embel-embel “kan bunda sudah bilang..”, uuuh jangan bangeeet deh bun. Ini saatnya bunda menjadi seorang bunda yang pengertian tanpa harus bersikap otoriter ke anak. Biarkan ia mencurahkan perasaannya ke bunda, menangis, kesal atau marah-marah. Setelah perasaan kakak melega, baru bunda bisa memberi wejangan-wejangan ke anak (tanpa marah-marah, ya bun :)).
Namanya juga baru patah hati, pasti maunya nangiiis terus. Ayo bun, jangan hanya hanya bisa ngasih wejangan saja ya, tapi saatnya bunda bergerak nih. Ajak anak melakukan kegiatan yang menyenangkan hatinya: jalan-jalan, makan di luar atau mengajaknya menekuni hobinya yang sudah lama ia lupakan seperti baca buku atau nonton. Intinya temani anak sampai ia melupakan kesedihan-kesedihannya.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.