Kalau si kecil beranjak dewasa
Waktu blogwalking beberapa minggu yang lalu, saya menemukan tulisannya Mbak Sharah, ibu dari dua anak.
Minggu lalu… sambil baring-baring di sebelah saya lila senyum-senyum terus….megangin tangan saya dan tiba2 bilang “bu, lucu banget ya….” “apanya yg lucu dear??” “itu lho…..” “apa …….??” “itu lho…. k-a-k…” “kak??? maksud lila..kak lila??” –> mulai bingung “bukaaaan bu, coba deh inget2 tadi siang aku bilang apa?? masak ibu lupa”
then i suddenly alarmed…what what what?? couldn’t be that…. haaaa…tadi siang emang dia sempat sebut2 tentang kakak kelas 5 yang lewat di depan kelasnya
“itu bu…kakak zaki…’ omg omg omg…. “oh ya….kenapa? “lucuuuu… kak zaki”
a boy? huaa…gubraaks ok ok, stay calm…. stay calm
then finally said (tepatnya memberondong):
“nanti klo ibu jemput lila, kasi liat ya, yang mana kak zaki” “trus lila kenal gak sama kak zaki?” “main gak sama kak zaki?” “jangan ya, lila mainnya sama teman-teman kelas 1 kan? yang cewek kan?”
lila cuma senyum-senyum aja sambil bilang, “aku gak kenal kok bu…. tadi aku denger namanya pas kak zaki dipanggil temennya”
okeee……alhamdulilah, agak lega….. anyway, i’m not paranoid really, it’s just…. i mean she’s only 6,5 yrs ….. not suppose to smiling shyly and tell me about a boy so cute call kakak zaki kan..gubraakss……
so then i casually said, “ya udah, besok ibu jemput mau liat ya..sekarang tidur ya….” case close, full stop. (at least for now)
Cerita Mbak Sharah di atas sounds familiar, bun?
Yuuk, kita sharing di sini..gimana yaa menanggapi saat anak kita mulai suka sama lawan jenis?

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.