You're here: My Health Blogging » Parenting » Article: Menasehati tanpa menggurui
“Menurut saya cara yang terbaik supaya anak-anak saya mau mendengarkan nasehat saya adalah dengan cara tahu apa yang mereka inginkan lalu menasehati mereka untuk melakukannya.” — Harry Truman Sepertinya mudah kan bun? sayangnya praktiknya tidak semudah itu ;).
Kalau menurut Jane Isay, penulis buku “Walking on Eggshells: Navigating the Delicate Relationship between Adult Children and Parents,” ada 2 aturan dasar dalam mendidik anak-anak ABG.
1.Kadang-kadang nasehat yang pengen bunda ucapkan bisa jadi malah bikin anak-anak tambah bete atau malah berontak. Tapi kalau emang harus memberikan nasehat, bunda dan ayah harus memilih kata-kata yang tepat yaa.
Daripada ngomong “bersihin kamarnya dong, kayak kapal pecah aja!” kan bunda bisa bilang “kak, kakak pasti lebih mudah nyari barang-barang kalau kamarnya lebih rapih deh.”
Inget bun, ya..ngomongnya gak pake nada tinggi yaa ;).
2.Memberi pelajaran tentang uang.
Setiap orangtua memberikan uang saku yang beda-beda ke anaknya. Ada yang seminggu sekali, sebulan sekali atau tiap hari. Tapi pasti anak lebih sering kekurangan uang saku daripada kelebihan. Bener gak bund? :)
Buat menghindari ngomel-ngomel, ini saatnya bunda ngasih pelajaran “anak harus berusaha dulu baru dapat ganjaran.”
Misalnya: -bantuin bunda belanja bulanan dapet 10 ribu. -bantuin ayah nyuci mobil dikasih 5 ribu.
Jadi anak juga belajar untuk berusaha lebih dulu untuk mendapatkan keinginannya. Dengan begini, bunda juga mengajarkan tanggung jawab ke anak.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.