Si Kecil Berkata Kasar
Saat memasuki usia balita, anak-anak akan belajar dan mulai memahami bahwa kata-kata memiliki kekuatan. Jadi, mulailah waspada! Sebab pada usia ini, suka atau tidak, Anda akan mendapati si kecil mulai berkata kasar, makian bahkan kata-kata jorok, tak hanya pada temannya tapi juga pada saudara kandungnya!
Namun jangan kuatir, kondisi ini tergolong normal dialami oleh anak balita dan usia pra sekolah. Pasalnya pada usia ini anak sedang belajar dan menggali berbagai bentuk situasi sosial serta hubungan pertemanannya. Mengapa menjadi kasar? Sebab biasanya pada proses belajar ini anak belum mampu mengimbanginya dengan keterampilan sosial mereka.
Selain itu kemampuan berkomunikasinya pun belum begitu sempurna. Jadi jangan heran jika kadang Anda mendapati anak berkata kasar pada temannya, padahal sebenarnya bukan itu maksudnya.
Penyebabnya
Selain ketidakmampuan berkomunikasi dengan benar, kebiasaan berkata kasar juga dapat terjadi karena melihat orang-orang di sekitarnya. Tak hanya dari Anda sendiri, orang-orang dewasa dalam keluarga, tapi juga teman-teman sebaya, tetangga dan tontonan televisi. Patut diwaspadai, tontonan televisi saat ini sangat berpotensi menularkan berbagai bentuk umpatan serta makian. Sehingga kadang anak-anak merasa bahwa memaki, mengumpat, berkata kasar serta jorok adalah hal yang wajar.
Mengatasinya
Sebagai orang tua, pasti yang akan Anda lakukan adalah melarang dan mengajarinya untuk tidak berkata-kata kasar. Namun bisakah Anda mencegah contoh yang datannya dari luar? Meski begitu, janganlah berputus asa. Anak balita masih sangat mudah untuk diajari bagaimana harus bersikap saat ia merasakan kemarahan terhadap seseorang tanpa harus berkata kasar. Caranya?
Tanamkan empati Ajarkan pada anak, jika ia merasa sakit hati jika seorang temannya mengatakan ia cengeng, maka hal yang sama tak boleh ia lakukan. Pompa terus semangatnya untuk terus membangun persahabatan baru dengan teman-teman yang lebih baik dan membuatnya merasa lebih baik. Pokoknya buatlah agar anak tidak kapok berteman.
Dampingi Jelaskan dengan bahasa sederhana, bahwa ia atau kita tidak dapat mengatur apa yang akan dikatakan oleh orang lain. Namun ia atau kita dapat memutuskan bagaimana harus bereaksi. Misalnya, teman yang berkata kasar berarti bukan teman yang baik. Jadi, ia boleh memilih teman bermain yang lain.
Belajar cuek Ajari anak untuk tidak ambil pusing dengan kata-kata kasar yang diucapkan oleh temannya. Katakan pada anak bahwa makian tidak akan menunjukkan kekuatannya bila si korban tidak termakan oleh makian tersebut.
Meminta bantuan Namanya juga anak-anak, pasti akan sulit baginya untuk mengendalikan emosi dan tidak menyerang balik. Karena itu, tak ada salahnya mengajari anak untuk untuk meminta bantuan pada diri pada orangtua atau guru sekolah. Campur tangan orang dewasa diharapkan dapat membantu menjadi penengah dan mengajari mereka bersikap positif dalam menyelesaikan masalah.
Penting untuk diingat, tetaplah tenang dan jangan memberi reaksi berlebihan jika Anda mengetahui anak berkata kasar. Sebab biasanya balita kadang memaki hanya untuk memperoleh reaksi tertentu atau perhatian dari orangtuanya. Beri respon positif dan ingatkan ia bahwa memaki dapat menyakitkan hati orang lain.

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.