You're here: My Health Blogging » Parenting » Article: Anak bermain sendiri
Orangtua sering salah kaprah dalam menilai tindakan anak, contoh sederhananya kalau anak lebih senang bermain sendiri daripada berbagi dengan saudara/temannya..sering orangtua menganggap anaknya itu autis. Padahal belum tentu lho. Eh tapi sebelum menilai anak kita autis/bukan, sebenarnya apa sih artinya bermain sendiri?
Bermain sendiri adalah bermain tanpa melibatkan orang lain di sekelilingnya. Kalaupun ada orang lain atau anak lain di dekatnya, sang anak tetap asyik bermain sendiri.
Bermain sendiri itu ada 3 kategori:
1.Unoccupied Play
Anak hanya senang mengamati tanpa harus melakukan kegiatan itu. Contohnya, keponakan saya senang sekali mengamati saya yang lagi sibuk depan komputer tanpa mengeluarkan komentar sedikitpun. Tapi kalau saya meninggalkan komputer, ia langsung dengan gesitnya mengambil posisi saya duduk depan komputer dan berpura-pura mengetik :) 2. Solitary Play
Bermain sendirian, gak peduli kalau di sebelahnya ada anak lain. Cuek banget.
Bedanya dengan Unoccupied Play,seorang anak =mengamati anak lain yang sedang bermain. Biarpun iaa memiliki minat untuk bermain, tetapi belum saling berinteraksi. Biasanya hal ini mulai ditunjukkan oleh anak usia 2 tahun.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
cURL error 52: Empty reply from server
Ikuti diskusi Satu komentar untuk artikel ini.
amalia
anak saya berumur 2 tahun 3bln.sepertinya dia telat berbicara akhirnya untuk proses terapi akhirnya saya masukkan dia sekolah baby’s school biar dia dapat bersosialisasi dgn teman sebayanya,alhamdulillah perkembangannya cukup baik.tapi yang saya heran kenapa setiap dia berbicara rahang mulutnya selalu miring2 apa itu autis?
February 15th, 2009 at 9:03 pm