Jangan galak-galak donk, nak
“Bundaaaaaa…aku mau susu sekaraaanggg!”
“Gak mauuuu!”
Gak jarang niih, sang bunda juga menanggapi teriakan si kecil dengan: “Iyaaa kaaak, susunya lagi dibuatiiin!”
Katanya, anak banyak berkaca dari orang terdekatnya, yaitu sang bunda. Jadi kalau anak berteriak lalu dibalas dengan teriakan pula, bagaimana anak bisa belajar untuk berkata dengan lemah-lembut? Anak malah akan semakin tertantang untuk mencoba teriakan-teriakan lainnya.
Yuk, bun..kita sama-sama belajar supaya anak gak suka berteriak dan galak lagi. Caranya bisa dengan:
1.Memberikan contoh yang baik.
Simplenya, kalau kita ingin anak berkata lemah-lembut..sebagai orangtua kita juga harus berkata lemah-lembut karena anak pasti akan mencontoh orangtuanya.
2.Mengajari anak cara berekspresi yang tepat.
Bisa aja lho bun, anak memilih berteriak atau membanting-banting barang hanya karena ia tak tahu bagaimana mengungkapkan kekesalannya. Kalau sudah kejadian begini bunda bisa coba membujuk anak dengan cara mengajaknya menyanyi atau membaca.
“Kak, kita nonton yuuk sambil nungguin mbak bikin susu.”
3.Beri gambaran.
Ajak si kecil menyaksikan sebuah proses dengan bahasa yang ia pahami. Misalnya ia lagi kesal menunggu susunya, di sini bunda bisa mengajaknya melihat si mbak yang lagi bikin susu.
4.Beri pilihan ke anak.
Daripada bunda marah-marah ke anak menyuruh ia mandi, mendingan bunda tanya: “Kak, mau mandi sekarang atau 10 menit lagi?”
Intinya, ajak anak berkomunikasi.
5.Jangan lupa beri pujian.
“Kakak pinter deh, mau sabar nungguin mbak buat susu.”

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.