7 kesalahan ibu baru

Selamat yaa buat bunda-bunda yang baru melahirkan atau yang baru saja mengadopsi anak
Menjadi seorang ibu adalah impian, mungkin, semua wanita..termasuk saya kalau nanti sudah tiba saatnya.
Seorang perempuan yang berubah status dari istri menjadi ibu wajar kalau merasa panik, cemas atau gugup dengan status barunya ini. Banyak hal-hal yang menjadi tanya tanya perempuan yang baru menjadi ibu. Tidak jarang bahkan sang ibu melakukan beberapa kesalahan
Mau tahu kesalahan apa saja yang dilakukan oleh para mama baru? Ini dia.. 1.Terlalu mendengar nasihat orang lain
Namanya juga baru, wajar kalau banyak orang yang menasehati: harus ini, harus itu, jangan pakai ini, pakai yang itu aja, dll yang akhirnya bikin tambah bingung. Apalagi kalau sang nenek udah turun tangan, waah..bisa-bisa sang mama gak bisa berkutik nih
Mengutip Alvin Rosenfels , M.D ., Psikiater anak dan penulis buku:
“Jika mengikuti setiap nasihat orang lain, Anda menghilangkan semua daya kreativitas Anda.”
- Mengharap pasangan mengerti kelelahan Anda
Kayaknya momen-momen awal memiliki anak membuat sang mama tidak mau jauh-jauh dari sang buah hati. Benar gak? Semuanya mau dikerjakan sendiri, sampai-sampai mama tidak sempat beristirahat.
Kalau sudah kecapaian, biasanya perempuan mulai menyalahkan suami nih, hehehe. Suami gak mau bantulah, gak sayang istrilah, dll. Makanya mam, bagi tugas donk sama ayah. Jangan melakukan semuanya sendirian, yaa.
- Berkorban tiada batas
Hampir sama kayak poin di atas, hanya karena sibuk mengurus si kecil..bunda jadi lupa mengurus diri sendiri deh, udah mulai malas keluar rumah, malas berolahraga, pokoknya gak mau kemana-mana kecuali sama si kecil. Bunda, “Me time” alias waktu untuk diri sendiri itu sah-sah aja kok.
Elizabeth Silk , Psikoterapis asal New York, Amerika Serikat, saja bilang: “Jika jiwa gembira, Anda akan menjadi orang tua yang lebih baik.”
Sekedar tidur siang saja sudah termasuk “me time” lho, bun.
- Tidak percaya pasangan dapat merawat anak
Katanya pengen dibantuin sama ayah, tapi melihat ayah salah pasang pampers saja, bunda langsung ngomel-ngomel? Jangan donk bun, kan ayah juga mau belajar dan dekat dengan si kecil.
- Cepat cemas
Namanya juga anak bayi, wajar kok bun..kalau tiba-tiba bayi bunda diare atau demam. Waspada boleh, tapi jangan sampai merasa bunda gak becus menjaga anak. Yang penting, bagaimana bunda bisa belajar dari setiap kejadian yang terrjadi.
- Membandingkan anak sendiri dengan anak lain
Katanya rumput tetangga lebih hijau kaan? eh tapi rasanya ibu mana sih yang gak menganggap anaknya lebih dari anak orang lain?
Masing-masing bayi berkembang sesuai kematangannya. Sepanjang pertumbuhannya masih berada di skala normal (yang bisa dilihat di Kartu Menuju Sehat), bunda tak perlu cemas.
7.Lupa menyimpan kenangan berharga si kecil.
Saking sibuknya, kadang bunda dan ayah lupa buat foto-foto sama si kecil. Atau buat blog aja bun, sebagai tempat cerita-cerita dan menyimpan tentang perkembangan si kecil.

Ikuti diskusi Ada 2 komentar untuk artikel ini.
rita
kok sama banget ya sama pengalaman aku..hehehe tapi i’m happy kok
April 4th, 2008 at 7:55 pm
Aidha
mempunyai bayi memang senang dan susah.tapi buat saya memiliki baby memang harapan setiap bunda dimanapun,baby menurut saya adalah anugrah yang wajib dijaga,dilindungi dan diberikan yang terbaik.dan bayka pengalamn yang mengajarkan saya agar bisa menjadi bunda yang baik bagi putri pertama saya.
April 11th, 2008 at 5:57 pm