You're here: My Health Blogging » Parenting » Article: Belajar dari pengalaman
Tadi pagi ketika membaca email, saya sedih sekali ada artikel yang memuat seorang anak SD yang bunuh diri karena kelaparan.
Duh..hati saya merasa teriris-iris membacanya. Membayangkan betapa hancurnya hati kedua orangtuanya. Membayangkan kalau anak SD itu adalah anak sendiri, keponakan kita, atau saudara sendiri.
Di sini saya gak mau menyalahkan pemerintah, orangtua si anak tersebut atau orang lain. Dari cerita ini saya cuman ingin belajar untuk memulai berbagi, belajar berempati kepada peminta-minta di jalanan atau para penjual di lampu merah.
Untuk yang sudah menjadi bunda dan ayah, cerita di atas bisa dijadikan ajang pembelajaran ke anak-anak di rumah. Kalau mungkin bunda dan ayah belum pernah mengajarkan empati ke anak-anak..inilah saat yang tepat untuk memulai.
Mengajarkan anak untuk peduli ke sesama dengan mengajaknya berbagi kebahagiaan dengan peminta-minta, misalnya.
Bisa juga bunda mengajarkan anak untuk menjadi orang yang dermawan dengan mengajaknya menyisihkan mainan yang sudah tidak ia mainkan lagi. Intinya bunda dan ayah mengajak anak untuk lebih peduli dan peka ke sekelilingnya.
Mudah-mudahan tidak akan akan ada lagi kisah anak bunuh diri karena kelaparan.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
A feed could not be found at http://3gweek.net/feed/
A feed could not be found at http://feeds.feedburner.com/transjogja
Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.