You're here: My Health Blogging » Parenting » Article: Menghadapi marahnya anak
Sal Severe, Ph. D, penulis buku “How to Behave So Your Children Will, Too” membagikan nasihatnya dalam menghadapi anak yang meledak-ledak marahnya (marah sambil melempar barang atau bahkan sampai menyakiti diri/orang di sekitarnya).

<
p align=”left”> 1.Sebenarnya fase marah yang meledak-ledak pada anak itu wajar terjadi. Itu adalah cara anak mengekspresikan emosinya.
2.Kalau bunda membalas marah anak dengan berteriak kepadanya, anak akan menjadi biasa mendengar teriakan bunda. Jadi mungkin bukannya anak mereda marahnya, malah menjadi-jadi.
3.Apabila anak tau kalau ia bisa bikin orangtuanya marah..berarti mereka bisa sengaja membuat bunda/ayah marah. Sebagai orangtua, bunda dan ayah harus bisa mengontrol emosi sendiri dulu, sebelum mencoba menenangkan amarah anak.
4.Mungkin salah satu sebab anak jadi marah-marah karena di sekolah habis dihukum gurunya atau abis berantem sama temannya. Nah di sinilah bunda/ayah dituntut untuk lebih ke memberi dukungan ke anak daripada menyalahkan anak.
5.Ajarkan anak supaya bisa memberi tahu apa yang ia inginkan dengan cara yang lebih tenang..tidak dengan marah-marah atau mengancam.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
cURL error 52: Empty reply from server
Ikuti diskusi Ada 3 komentar untuk artikel ini.
teeya
gimanakah cara marah yang lebih tenang itu? aku bingung.. mungkin karena aku sendiri kl lagi marah juga g begitu tenang kali ya?
February 16th, 2008 at 9:37 pm
OLGA
Saya juga adalah seorang ibu rumah tangga dengan seorang anak yang berusia 3 tahun. Tentu saja ini adalah pengalaman pertama saya memiliki anak. Dia sangat aktif dan akan sangat marah jika keinginannya tidak dipenuhi. Ketika awal-awal, reaksi saya sangat mudah terpancing emosinya, saya pun ikut marah (dengan tujuan untuk membuat dia takut dan segan)memang itu berhasil tapi lama-lama dia malahan meniru cara marah saya dan menjadi lebih berani untuk melawan. Yahhh…saya pun menyadari bahwa marah tidak bisa dilawan dengan marah. Tapi alangkah baiknya jika bisa dihadapi dengan kesabaran dan kasih sayang. Saya juga sedang belajar menerapkan konsep ini dalam kehidupan saya
February 21st, 2008 at 7:18 pm
Jazimah al-Muhyi
Begitu muncul pikiran buruk/negatif,anak kerap jadi sasaran kemarahan. So, harus berjuang untukselalu berpikir positif
May 27th, 2009 at 10:08 am