You're here: My Health Blogging » Parenting » Article: Menghadapi marahnya anak

Menghadapi marahnya anak

yaya — February 4, 2008 / 2:33 pm

Sal Severe, Ph. D, penulis buku “How to Behave So Your Children Will, Too” membagikan nasihatnya dalam menghadapi anak yang meledak-ledak marahnya (marah sambil melempar barang atau bahkan sampai menyakiti diri/orang di sekitarnya).

<

p align=”left”> 1.Sebenarnya fase marah yang meledak-ledak pada anak itu wajar terjadi. Itu adalah cara anak mengekspresikan emosinya.

2.Kalau bunda membalas marah anak dengan berteriak kepadanya, anak akan menjadi biasa mendengar teriakan bunda. Jadi mungkin bukannya anak mereda marahnya, malah menjadi-jadi.

3.Apabila anak tau kalau ia bisa bikin orangtuanya marah..berarti mereka bisa sengaja membuat bunda/ayah marah. Sebagai orangtua, bunda dan ayah harus bisa mengontrol emosi sendiri dulu, sebelum mencoba menenangkan amarah anak.

4.Mungkin salah satu sebab anak jadi marah-marah karena di sekolah habis dihukum gurunya atau abis berantem sama temannya. Nah di sinilah bunda/ayah dituntut untuk lebih ke memberi dukungan ke anak daripada menyalahkan anak.

5.Ajarkan anak supaya bisa memberi tahu apa yang ia inginkan dengan cara yang lebih tenang..tidak dengan marah-marah atau mengancam.

 

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Ikuti diskusi Ada 3 komentar untuk artikel ini.

  1. teeya

    gimanakah cara marah yang lebih tenang itu? aku bingung.. mungkin karena aku sendiri kl lagi marah juga g begitu tenang kali ya?

    February 16th, 2008 at 9:37 pm

  2. OLGA

    Saya juga adalah seorang ibu rumah tangga dengan seorang anak yang berusia 3 tahun. Tentu saja ini adalah pengalaman pertama saya memiliki anak. Dia sangat aktif dan akan sangat marah jika keinginannya tidak dipenuhi. Ketika awal-awal, reaksi saya sangat mudah terpancing emosinya, saya pun ikut marah (dengan tujuan untuk membuat dia takut dan segan)memang itu berhasil tapi lama-lama dia malahan meniru cara marah saya dan menjadi lebih berani untuk melawan. Yahhh…saya pun menyadari bahwa marah tidak bisa dilawan dengan marah. Tapi alangkah baiknya jika bisa dihadapi dengan kesabaran dan kasih sayang. Saya juga sedang belajar menerapkan konsep ini dalam kehidupan saya

    February 21st, 2008 at 7:18 pm

  3. Jazimah al-Muhyi

    Begitu muncul pikiran buruk/negatif,anak kerap jadi sasaran kemarahan. So, harus berjuang untukselalu berpikir positif

    May 27th, 2009 at 10:08 am

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

FEATURED

COMMENT

  • cayono budi.s — saya punya mitra binaan ..bernama pengobatan timur.yang konsepnya menggabungkan metode cina india dan jawa.cina dg konsep yin yang ,acupunctur,acupresure.india ...
  • dinar — Hai,Mom's. ada info untuk penyalur baby sitter bagus tempatnya di Surabaya. namanya Baby sitter Nurani, telp: (031)71332390 Panggil aja Mbak / bu ...
  • Deasy — Gatelll..nyebar lagi. ke dokter ahli alergi, dikasih salep "Dermovate", bagus, begitu gatel diolesin ini langsung mendingan, salep gini belinya di ...
  • kamal jabbar — dok... mertua saya di vonis oleh dokter mengidap penyakit kanker rahim dan di sarankan untuk operasi.adakah obat herbal yang dapat menyembuhkan ...
  • Mifta — Saya punya anak umur 8bulan, sudah tumbuh gigi 4pcs, apa sudah boleh sikat gigi dengan pasta gigi yang ada di ...
  • Jati — commentnya kok pada nyebelin, kalobelum nyoba jng reply napa? pake nanya ini itulah... coba dulu, kalo yang udah nyoba trus ...
  • MINYAK ANGIN AROMATHERAPY — MINYAK MINYAK ANGIN AROMATHERAPY Mohon maaf lahir dan batiin. Met idul fitri yach...?!
  • obat herbal — artikelnya bagus. mari kita galakkan konsumsi obat herbal.
  • ibar santoso — Teh nya dikasih gula gak mbak ? hi hi hi......... becanda ! Makasih tipsnya. Entar gue coba deh.
  • diar — mo nanya nih,kalo bwt ibu hamil gimana ya,aman ga??