Beda disiplin dan hukuman
Selama ini kebanyakan orangtua yang membuat peraturan untuk anak-anaknya dengan mengatasnamakan menerapkan disiplin pada anak-anak mereka. Sebagai orangtua, kita harus bisa membedakan antara disiplin dengan hukuman. Mendisiplinkan anak bisa jadi dengan memberi hukuman yang tujuannya supaya anak tau mana yang benar dan mana yang salah. Bisa juga disiplin berguna untuk membentuk karaktek anak menjadi lebih baik di masa yang akan datang.
Satu hal yang perlu orangtua ingat, anak akan bersikap seperti apa yang ia lihat/perhatikan.
“Buah jatuh tak jauh dari pohonnya..”
Jadi kalau bunda ingin anak bertutur kata lemah-lembut, jangan berkata kasar saat memarahi anak. Bila ayah melarang anak merokok, ayah juga harus berusaha untuk berhenti merokok. Kalau orangtua ingin anaknya tidak mengejek/mencela orang lain..jangan memanggil mereka dengan panggilan seperti “gendut”, “pemalas” dan panggilan kasar lainnya. Sebagai orangtua, cobalah belajar merubah nada suara ke anak. Misalnya saat minta tolong ke anak.
Daripada ngomong: “Jorok banget sih, baju kotor taruh dilantai!”
Kan bunda bisa bicara baik-baik: “Kak, tolong baju kotornya ditaruh di mesin cuci ya.”
Yakin deh, anak akan lebih cepat merespon saat bunda menggunakan kata tolong.
Jangan saat mereka berbuat salah saja, dikasih hukuman. Saat anak-anak menurut di rumah, atau nilai mereka selalu bagus di sekolah..gak ada salahnya orangtua memberi hadiah. Bisa dengan pujian atau barang. Kalau anak sudah cukup besar, bunda/ayah bisa memberinya kebebasan untuk membuat peraturannya sendiri. Kapan ia mau tidur malam..kapan mau mandi sore..atau mau makan apa. Tentu saja orangtua harus tetap mengawasi ya.

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.