You're here: My Health Blogging » Parenting » Article: Menjawab keinginan tahuan anak
Biarpun belum jadi ibu beneran, tapi namanya jadi tante dari beberapa orang ponakan yang masih krucil-krucil (alias cilik-cilik)..pfffuiiih juga kudu pinter-pinter ngimbangin mereka.
Apalagi sama yang usianya paling cilik (3 tahun). Anak umur segitu tahu sendiri deh, ceriwis..bawel..penuh dengan pertanyaannya yang beragam.
Kayak tadi nih:
Ayya: “Tante, kita maen puzzlenya tante Yaya yok.” Saya: “Ntar ya sayang, tante sholat dulu.” Ayya: “Kok aku gak boleh maen puzzle sendiri sih tante?”
Nah lhooo, ayooo di sini sebagai yang lebih tua kesannya saya pelit yaa gak mau ngasih pinjem mainan? Tapi kalau jawabnya:
Saya: “Iya sayang, soalnya puzzlenya kecil-kecil..takut Ayyanya ketelan.”
Masih masuk akal kaan kalau jawabnya begitu?
Masih banyak celotehan anak kecil lainnya yang kalau bunda atau ayah jawabnya salah, malah mengundang rentetan pertanyaan lainnya.
Intinya sebagai orang yang lebih dewasa, kita harus pintar-pintar mengolah jawaban yang memuaskan anak, jangan sampai anak mendapat jawaban dari sumber yang salah.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.