You're here: My Health Blogging » Parenting » Article: Ketika tamu bulanan datang
Dulu waktu kakak saya pertama kali mendapat tamu bulanannya, ia memilih kabur ke dapur dan ngadu ke mbak yang di rumah (karena saat itu mama lagi pergi Haji).
Dengan semakin majunya jaman tentu saja sekarang sudah ada semacam pengenalan mengenai tamu bulanan itu, seperti apa saja yang perlu diketahui saat sang tamu datang.
Berikut ini ada beberapa pertanyaan yang akan ditanyakan oleh putri bunda saat ia beranjak dewasa: “Maaa..celanaku kok ada darahnya?”
Sebagai seorang bunda, tentu saja kita jangan ikut-ikutan panik donk ;) Kita bisa langsung memeluk gadis kecil kita dan memberinya selamat karena sudah menjadi seorang gadis. Lalu kita bisa mengajaknya belanja pembalut. Hanya bunda dan si putri, dengan begitu kan si putri merasa ia semakin istimewa di mata bundanya karena sudah beranjak dewasa :).
“Gimana caranya memakai pembalut?”
Mungkin gadis kecil kita akan merasa risih pertama kali ia melihat celana dalamnya basah oleh darah. Sudah kewajiban seorang bunda untuk mengajarkan bagaimana mencuci celana dalamnya sendiri (mencuci dengan sabun sampai darahnya hilang), bagaimana menempelkan pembalut di celana dalamnya dan bagaiman mencuci pembalutnya terlebih dahulu sebelum membungkusnya dengan koran dan membuangnya di tempat sampah.
“Kalau aku mau pergi-pergi gimana bun?”
Bunda harus menyakinkan sang anak bahwa datang bulan bukan berarti gak bisa kemana-mana kok, kan bisa membawa ekstra pembalut, selembar koran dan celana dalam di tasnya? Sekalian juga biasakan anak kita untuk membawa sabun cair setiap bepergian.
“Nembus, maaa!”
Biasa kok untuk pertama kali mungkin anak kita akan mengalami seperti ini. Untuk itu bunda bisa ajarkan ke kakak supaya selalu memakai celana dalaman lagi sebelum memakai rok atau celana panjang.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.