You're here: My Health Blogging » Parenting » Article: Menyikapi tingkah laku anak
“Ma liat deeeh, tante yang itu gendut bangeet yaaa!”
Bayangkan bunda lagi berada di mal bersama si kakak dan tiba-tiba kakak meneriakkan kalimat di atas. Wuiiiih, terbayang gak betapa malunya bunda?
Beberapa bulan lalu Walid (keponakan saya yang duduk di kelas 4 SD) bertanya pada mamanya: “Ma, mama udah menikah yaa sama papa?”
Glek, walaupun sempat speechless kakak saya mampu juga menjawab “sudah donk.” :)
Bunda dan ayah yang kini menjadi orangtua tentu sering menghadapi pertanyaan kritis dari buah hati yang menuntut jawaban. Jika bunda salah menjawab atau bersikap, wah akibatnya bisa terbawa sampai anak dewasa lho.
Menurut Dr. Frieda Mangunsong, M.Ed.Psi, Dosen dan Ketua Pusat Krisis Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, orangtua harus bisa memberikan jawaban yang sesuai dengan tingkatan usia anak. Jangan memberikan jawaban yang punya makna ganda/ambigu yang malah membingungkan anak. Anak sekarang lebih kritis lho, jadi orangtua juga harus pintar.
Kalau anak bertanya masalah seksualitas, orangtua hanya perlu menjelaskan sesuai usia mereka. Gak perlu menerangkan teori yang muluk-muluk, karena percuma toh anak usia 9 tahun juga susah mengerti.
Kalau anak suka mencela, apalagi di depan umum dan terdengar oleh orang yang dicela…bunda harus memberi tahu kalo mencela itu tidak baik dilakukan. Jika orang yang ‘dicela’ itu mendengar komentar si kecil, mintalah maaf padanya, namun jangan berlebihan.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
A feed could not be found at http://3gweek.net/feed/
A feed could not be found at http://feeds.feedburner.com/transjogja
Ikuti diskusi Ada 2 komentar untuk artikel ini.
Menjadi orangtua yang efektif — Parenting
[…] tulisan sebelumnya, ternyata menjadi orangtua yang efektif gak sulit kok. Yang penting bunda dan ayah punya kemauan […]
September 11th, 2007 at 1:44 pm
nunung
anakku umur 4th sudah TK kecil,sudah mengenal huruf dan angka,tp utk menulis dia krg lancar.selalu minta dibantu utk gerakkan tgnnya.giliran klo saya ga bantu pegang/gerakkan tangannya,dia nulis asal asalan.trus misal sudah di kasih contoh,dia tidak mau mengikuti…itu knp ya? trima kash.
November 22nd, 2007 at 12:50 pm