You're here: My Health Blogging » Parenting » Article: Mencegah lebih baik daripada mengobati
3 bulan yang lalu di forum Blogfam Enno, salah seorang anggotanya yang seorang ibu muda bertanya:
Mohon pencerahan, kalau anak kita jatuh dr tempat tidur dengan posisi telungkup dan kejedut pipi dan jidatnya kira-kira gimana ya? responnya hanya melotot dan kemudian bobo lagi tanpa nangis…
Rasanya Enno gak sendirian, banyak sekali ibu-ibu yang pernah mengalami “bayinya jatuh”. Walaupun si anak tidak menangis saat jatuh, bukan berarti kita bisa langsung tenang dan tanpa memeriksakan si kecil ya.
Dr. Jahja Zacharia, Sp.A menjelaskan tentang gegar otak sebagai memar akibat guncangan pada jaringan otak, yang menyebabkan terjadinya perdarahan kecil di sana-sini, dan membuat jaringan otak jadi membengkak. Organ otak sendiri dapat diibaratkan sebagai puding tahu karena konsistensinya memang sangat lunak. Oleh karena itulah, otak memiliki tameng berupa tulang tengkorak yang relatif keras. Di antara tulang tengkorak dan jaringan otak pun terdapat cairan yang berfungsi sebagai shock absorber atau penahan guncangan dari luar.
ketok-ketok meja jangan sampai anak kita mengalami gegar otak, makanya kita harus memperhatikan beberapa hal agar anak kita tidak sampai mencederai kepalanya.
1.Jangan meninggalkan bayi dan balita kita tanpa pengawasan.
Kecelakaan pada bayi seringkali terjadi karena kita mengangap remeh kemampuannya. Sering kita meninggalkan bayi yang lagi tidur hanya dengan penghalang guling atau bantal padahal risikonya besar sekali. Jika ingin aman, turunkan kasur ke lantai atau lengkapi ranjang bayi dengan pagar.
2.Awasi penggunaan baby walker.
Apalagi kalau lantai di rumahnya tidak rata. Kalau bayi kita sampai bisa memacu baby walkernya dengan cepat, mungkin saja ia akan terpelanting saat alat bantu berjalannya tersandung lantai yang gak rata, terkena ujung karpet atau kabel.
3.Pagari tangga di rumah.
Buat anak yang lagi senang-senangnya belajar berjalan dan merangkak, tangga bisa merangsang si anak buat menaikinya. Ini bagus buat memacu perkembangan motoriknya, asal ada pengawasan dari bunda atau ayah.
4.Sediakan alas kaki, baik di depan kamar mandi atau di sekitar kolam renang supaya anak kita tidak terpeleset.
5.Tumpulkan ujung-ujungg perabotan rumah.
Benturan dengan ujung meja bisa mengakibatkan retak atau patah tengkorak akibat melesak ke dalam. Jika melesak dan retakannya sampai melukai susunan saraf pusat, maka hal ini sangat berbahaya.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
cURL error 52: Empty reply from server
Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.