Do dan Don’ts saat time out
Di postingan lalu saya sempat mengulas tentang metode time out untuk meredam kenakalan anak. Metode ini sangat tergantung pada kepribadian setiap anak, ada yang berubah perilakunya setelah time out..tapi untuk sebagian anak yang lain, tidak ngaruh.
Yang perlu dimengerti oleh para orangtua sebelum bilang “time out” ke anaknya adalah apa saja musti diperatiin supaya time out-nya berhasil ke anak (istilahnya Do and Don’ts).
1.Mengerti kalau bunda bilang time out ke anak berarti bunda mau si anak gak nakal lagi.
Kalau si kakak udah gak bisa dibilangin “Tidak” lagi, ini saatnya bunda memakai metode time out. Entah itu memasukkan anak ke kamar atau meminta anak duduk di pojokan kamar. Eh tapi jangan kunci di kamar mandi ya bun, kasian. Selain itu, bunda juga gak perlu teriak atau memukul/mencubit yaaa bun.
2.Seperti yang ditulis di atas, jangan masukin anak ke kamar mandi atau tempat-tempat yang berbahaya lainnya saat time out.
Menurut saya, tempat yang berbahaya itu seperti kamar mandi, gudang atau dapur.
3.Metode time out ini cocok diterapkan pada anak berusia tiga tahun ke atas, karena di usia itu anak sudah dapat mengerti mengenai peraturan.
4.Jangka waktu time out.
Jangan kelamaan ya bun, 5 menit aja sudah cukup kok. Kalau kelamaan, bisa-bisa si anak trauma dengan metode ini.
Do and Don’ts lainnya bisa dibaca di sini ya

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.