You're here: My Health Blogging » Parenting » Article: Belajar bersama
Kemarin kakak saya yang tinggal di Batam SMS: “Walid PRnya banyaaak bangeet, udah kayak anak kuliah.”
Hihihi…
Kalau kakak saya yang 1 lagi baru mulai mengalami “nemenin anak mengerjakan belajar”. Soalnya waktu saya telpon, dari jauh saya bisa mendengar suaranya: “Jadi begini Isyaaa..” (dengan volume suara yang tinggi). Waah..
Ngomong-ngomong kalau anak kita sekolah, rasanya orangtuanya juga ikut sekolah ya?;) Apalagi kalau sudah ada PR. Kejadiannya bisa kayak kakak saya tuh.
Saya tadi Googling ke situs ini tentang gimana ya supaya orangtua bisa membantu anaknya mengerjakan PR tapi bukan orangtuanya yang malah mengerjakannya.
Caranya sih simple aja..
1.Kasih contoh yang baik ke anak.
Daripada kita selalu teriak-teriak “ayo nak, PRnya dikerjain,” tiap hari, gimana kalau kita sedikit demi sedikit mengajarkan tentang tanggung jawab ke anak.
Dari yang kecil saja, seperti membantu bunda membuat daftar belanja. Dengan cara ini, kan si anak bisa melihat kalaua bundanya sendiri juga memiliki tanggung jawab.
2.Pilih tempat untuk belajar.
Ruangan yang nyaman buat belajar itu harus punya penerangan yang jelas, tempat duduk dan meja yang nyaman plus suasana sekitarnya juga tenang.
Selain itu, bunda bisa melengkapi peralatan menulis si kakak dengan dengan peralatan menulis yang lucu-lucu (bergambar kartun favoritnya, misalnya). Jadi, si kakak lebih semangat mengerjakan PRnya.
3.Tentukan waktunya.
Kalau bisa sih, ada waktu belajar dan mengerjakan PR yang tetap untuk anak, bun. Kalau kakak saya biasanya menset jam 4 untuk waktu belajar anaknya.
Dengan demikian, si anak juga belajar disiplin kan? 4.Matikan TV.
Selain itu, bunda juga harus menyingkirkan mainan, play station dan benda-benda lainnya yang bisa membuat pikiran anak bercabang saat lagi belajar. Gak hanya itu, si adik juga harus dipisahkan’ untuk sementara dari si kakak yang lagi belajar. Soalnya, si adik biasanya suka mengganggu karena keinginantahuannya.
Yang terakhir, boleh kok bunda membantu kakak belajar. Seperti membantu membacakan soal-soal di buku cetaknya atau ikut membantu kakak mengerjakan PR matematikanya. Dengan cara-cara di atas, anak kan jadi bisa belajar dengan sendirinya tanpa harus kita marahi dulu.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
cURL error 52: Empty reply from server
Ikuti diskusi Satu komentar untuk artikel ini.
nunik
Hmmmm, anak bisa disiplin atau tidak memang tergantung sekali dengan kedisiplinan orangtua.
August 14th, 2007 at 6:31 pm