You're here: My Health Blogging » Parenting » Article: Kalau anak sudah mengenal “pacaran”
Tidak terasa Hayyu, keponakan saya sudah berusia 11 tahun. Hmmm, padahal rasanya baru kemarin saya menggendong dia..eeh, sekarang dia sudah mulai beranjak dewasa. Waktu cepat sekali ya berlalunya..
Mamanya Hayyu pernah cerita kalau Hayyu itu sudah mulai memasang target kapan dia mau mulai pacaran dan kapan dia mau menikah. WOW :)
Bunda yang lain punya pengalaman yang sama, gak?
Kalau anak sudah mulai mengerti dan bahkan punya keinginan buat pacaran, bertanda lampu merah nih buat orangtuanya (psst, mulai deg-degan ya bun? hihi..).
Tenang bunda, yang paling penting kita jangan panik dan langsung menset segala macam peraturan buat si kakak yaa. Biarkan anak memilih sendiri temannya, walaupun begitu tetap bunda dan ayah harus membuat beberapa pagar dasar, seperti:
Kenalan sama semua temannya si kakak. Ajak teman kencannya kakak ke rumah.
Tahu mau ngapain aja sewaktu kencan, jam berapa pulangnya, mau kencan dimana, dsb. Emang sih, pasti awalnya si kakak akan merasa tidak dipercaya kalau bunda nanya mau ngapain aja. Tapi yakinkan aja ke kakak kalau bunda bermaksud baik kok.
Kasih tahu ke kakak kalau misalnya dia ingin pulang, bisa menelpon bunda untuk minta jemput.
Yang terpenting nih bun, siap-siap aja kalau si kakak ingin nanya/ berdiskusi tentang masalah pacaran dan kencan. Soalnya buat anak remaja kencan adalah hal yang lumayan serius.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
cURL error 52: Empty reply from server
Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.