You're here: My Health Blogging » Parenting » Article: (Jangan) ambil pisau ya, nak..
Dulu kalau saya dan kakak berantem, mama pasti punya cara yang ampuh buat bikin kita berenti berantem. Cukup dengan ngomong:
“Ayo ambil pisau aja sekalian, bunuh kakaknya..”
Glek, maaf cara yang di atas jangan ditiru yaa bunda dan ayah ;))
Kakak dan adik berantem, rasanya udah biasa ya. Saya dan kakak sayapun dulu juga sudah pernah mengalami kok, dari berantem karena rebutan majalah Bobo sampe rebutan remote TV.
Adalah tugas kita sebagai orangtua untuk jeli melihat apakah pertengkaran antara kakak adik sudah dalam tahap yang serius atau masih bisa ditolerir. Selain itu bunda dan ayah juga perlu memperhatikan apakah pertengkaran adik kakak itu sampai melibatkan adu fisik/tidak. Kalau iya, wah kita harus segera menjadi penengah bun. Bisa dengan memisahkan mereka berdua atau menegur mereka dan memberi nasihat. Pastinya bunda dan ayah yang lebih tau harus memberi nasihat seperti apa ya :)
Yang lebih penting lagi, jangan sampai kita memihak salah 1 dari mereka. Jangan sampai ada anak kita yang merasa dinomorduakan hanya karena bunda/ayah lebih membela si kakak/adik.
Oiyaa, sudah pernah menonton film Cheaper By The Dozen belum? Ceritanya tentang 1 keluarga yang terdiri dari 12 anak. Nah waktu salah anak mereka kabur tapi akhirnya berhasil ditemukan sama keluarganya..sang kakak ngomong gini ke adeknya yang kabur:
“Terkadang, saya ingin banget ngebunuh Sarah (adiknya yang lain), tapi…saya bersedia buat membunuh orang lain demi Sarah.”
Intinya, mungkin anak-anak kita sering berantem…tapi bukan berarti mereka tidak saling menyayangi.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.