← Kembali ke halaman depan

Sindrom hari pertama masuk TK

Abis baca-baca di blognya Iwok (seorang penulis yang sudah menjadi ayah). Di tulisannya yang terbaru Iwok menceritakan tentang First Day School Syndrome putrinya, Abith.

Kontradiktif banget. Setelah minggu-minggu sebelumnya Abith nggak pernah diam, berceloteh tentang rencananya masuk sekolah, ke setiap orang. Kemarin dia terlihat murung. Setiap orang rumah selalu menggodanya: “Adeeuuhh … besok Abith sekolah euy!”

Heran, dia sepertinya berubah nggak suka dengan berita itu. Ujung-ujungnya Abith curhat (hihihi) ke gw : “Ayah, Abith nggak mau sekolah ke TK. Nanti aja ah langsung ke SD!”

“Lho, kenapa? Nggak boleh langsung ke SD. Abith harus sekolah di TK dulu, baru nanti ke SD,” kata gw bersikap wise.

“Nggak mau ah. nggak mau sekolah.”

“Ya sudah, besok nggak usah sekolah, tapi main aja di halaman sekolah ya? Main perosotan sama ayunan.” Abith nggak menjawab. Tapi matanya masih menyorotkan ketakutan.

Sepertinya ketakutan itu masih terbayang-bayang terus di matanya. Semalaman tidurnya terlihat nggak nyenyak. Beberapa kali dia terbangun dan minta minum (seperti biasa sih, tapi nggak pernah dalam semalam dia minta minum sampe 3 kali). Belum lagi tiba-tiba dia menangis sesegukan dalam tidurnya. Walaah … trenyuh juga. sampe segitu takutnya kah menghadapi hari barunya?

Tadi pagi dia sulit sekali dibangunkan. Dia malah menjerit ketika diingatkan kalo hari ini akan bersekolah.

“Nggak mau sekolaaaaaah!”

Setiap orangtua pasti pernah mengalami hal serupa: menghadapi anak yang tadinya semangat banget sekolah, tiba-tiba di hari H-nya malah mundur teratur. Yang jelas orangtua gak bisa memaksakan buah hatinya buat sekolah ya. Yang dialami Abith di atas adalah salah satu bentuk kekuatiran anak yang biasa terjadi sebelum anak masuk ke TK.

Menurut Ruth A. Peters, Ph.D ada dua hal yang dikuatirkan anak:

Gimana bisa bertahan di sekolah dan ketakutan emosi.

Beberapa hal utama yang jadi pikiran anak kita saat di sekolah :

1.Dimana kamar mandinya dan kapan aku boleh ke kamar mandi?

Kita bisa menentramkan hati anak dengan bilang: “kalau adek pengen pipis, kasih tau aja sama bu guru. Nanti bu guru pasti mau nemenin adek.”

2.Kalau aku laper gimana bunda?

Tenangin hati si kecil dengan bilang kalau di kelas biasanya akan ada makan bersama kok, jadi ia tak perlu kuatir kelaparan.

Nah kalau ketakutan yang berasal dari emosi si anak biasanya:

Gimana kalau anak yang lain gak mau temenan sama aku, ayah?

Duh sedih gak sih kalau anak punya pikiran seperti itu? Kita bisa ngajak anak kita buat latian ngobrol. Pura-puranya anak menjadi teman barunya dan coba ajak ngobrol si anak. Dengan begitu si kecil punya persiapan untuk menghadapi teman barunya nanti.

Selamat mengantar anak ke TK ya bunda dan ayah :)

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

AsiaBlogging.com News

Asia Blog Network

Our channels and feeds

  • Business Channel (7 blogs)
  • City Channel (26 blogs)
  • Film Channel (10 blogs)
  • Health Channel (6 blogs)
  • Sport Channel (6 blogs)
  • Media Channel (6 blogs)
  • Lifestyle Channel (4 blogs)
  • Hobby Channel (4 blogs)
  • Science Channel (8 blogs)
  • Music Channel (3 blogs)
  • Tech Channel (10 blogs)
  • Tips Channel (4 blogs)
  • Travel Channel (9 blogs)
  • Writing Channel (5 blogs)