You're here: My Health Blogging » Parenting » Article: Memilih babysitter yang tepat
Perasaan dari kakak saya melahirkan anak pertamanya sampai memiliki anak kedua, dia tidak pernah mempekerjakan babysitter (bs). Karena kakak saya orangnya cocok-cocokan, gak jarang satu babysitter hanya bertahan seminggu saja dan untuk berikutnya babysitternya ganti lagi.
Selama ini sih kakak saya bertahan tanpa babysitter, walaupun kalau ada acara yang penting mau gak mau kakak saya harus bisa menjaga anak-anaknya biarpun dengan kewalahan. Kalau teman saya lain lagi. Dia kapok memakai babysitter untuk bayinya karena sang bs sudah sering kali ketahuan bohong dan acap kali meminta ijin diluar perjanjian yang sudah disepakati bersama.
Barusan saya browsing ke situs http://childcare.about.com/cs/occasionalcare/bb/babysitter.htm, di sini beberapa ahli dalam bidang pertumbuhan anak memaparkan beberapa hal yang perlu diperatiin kalau kita mau memilih babysitter:
1.Memilih bs yang dapat dipercaya.
Dipercaya bukan hanya dalam hal mengurus anak-anak aja, tetapi juga dalam hal kecil-kecil. Misalnya si bs tetap mencuci botol minuman anak kita biarpun gak kita peratiin atau si bs tetap menjaga anak kita saat ia tidur (bukannya nonton tv), dan hal-hal kecil lainnya.
Ada baiknya kalau kita tidak percaya sepenuhnya begitu saja ke yayasan bs. Karena banyak sekali kejadian si bs sengaja disuruh oleh yayasannya untuk minta berenti supaya kita membayar yayasan lagi untuk bs penggantinya.
Kita bisa mencari informasi dari ibunya teman anaknya kita, tetangga atau kita bisa bertanya melalui milis-milis. Istilahnya kita jangan membeli kucing dalam karung.
3.Perhatikan bagaimana anak kita berinteraksi dengan bsnya.
Dari forum Blogfam, mamanya Joe bercerita kalau anaknya sangat takut terhadap bsnya. Nah, kalau anak saja sudah enggan bersama bsnya, ngapain juga kita mempertahankan si bs?
4.Beri tahu beberapa aturan yang perlu dipatuhi oleh sang bs.
Bukannya mau so’ otoriter, tapi kita perlu untuk menerapkan beberapa aturan agar si bs gak ngelunjak. Jangan lupa kita tinggalkan nomer-nomer telpon penting, seperti no.telpon kantor kita/ suami.
5.Telpon rumah.
Kalau kita adalah orang kantoran, jangan lupa kita harus telpon ke rumah untuk sesekali mengecek keadaan si kecil.
Yang paling sih menurut saya, jangan pernah tinggalin si kecil hanya berdua dengan bsnya.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.