You're here: My Health Blogging » Parenting » Article: Bilang “jangan”..jangan donk
“Walid, jangan lari-lari!” “Isyaaa, jangan jauh-jauh!”
Dialog atau lebih tepatnya perintah satu arah seperti itulah yang sering terdengar kalau saya bersama kakak-kakak saya plus anak-anak mereka lagi jalan-jalan.
“Ayyaaa, jangan dimatiin tvnya donk..”
Nah kalau yang ini, suka diucapin sama orang rumah kalau keponakan saya yang berusia 2 tahun iseng matiin tv saat yang lain lagi asyik nonton.
Biasanya nih, seorang anak kalau dibilangin “jangan” atau “gak boleh”, dia bukannya nurut tapi malahan jadi penasaran. Masih mending kalau rasa penasarannya cuman berbuntut pertanyaan, tapi kalau karena penasarannya ia malah melakukan apa yang kita larang, wah itu bisa berbahaya.
Contoh yang terjadi sama Ayya (ponakan saya), dia bukannya nurut tapi hanya nyengir dan teeteeep aja matiin tvnya.
Kata JANGAN boleh aja sih, asal kita (sebagai orangtua, kakek nenek atau tante oom) siap mental dengan penjelasan ekstra panjang kenapa si anak dilarang.
Mengalihkan perhatian anak ke hal lain bisa saja dilakukan supaya kata “Jangan” tidak sampai terlontar dari mulut kita.
Kalau kakak saya lumayan berhasil dengan metode mengalihkan perhatian anak ini.
“Mau permen, ma.”
Kalau sudah begini, biasanya kakak saya akan menawarkan yang lain.
“Susu aja mau gak sayang?
Biasanya sih ponakan saya langsung mau, hehe.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
A feed could not be found at http://3gweek.net/feed/
A feed could not be found at http://feeds.feedburner.com/transjogja
Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.