You're here: My Health Blogging » Parenting » Article: Hukuman pukulan, perlu atau tidak?
Saya masih ingat semasa saya masih kecil dulu apapun yang saya atau kakak-kakak saya lakukan dan senakal apapun kami, kedua orangtua kami tidak pernah memberikan hukuman berupa pukulan (baik pukulan di tangan maupun di tempat lainnya). Kebiasan ini rupanya terbawa juga oleh kakak-kakak saya yang telah menikah dan memiliki anak. Saya jadi berpikir nih, sebenarnya hukuman berupa pukulan itu berpengaruh gak sih buat perkembangan anak itu sendiri?
Di situs www.essortment.com dibilang bahwa ada 2 kubu yang berbeda pendapat mengenai hal ini. Kubu A yang setuju dengan hukuman pukulan dan kubu B yang tidak setuju. Menurut kubu A, boleh aja memukul asal saat anak dipukul ia tau alasan kenapa ia dipukul. Selain itu, memukul dianggap wajar saja karena pada umur tertentu (misalnya kanak-kanak) si anak hanya bisa mengerti kalau ia salah lewat pukulan.
Nah, kalau kubu B sendiri berpendapat kalau memukul anak itu adalah awal dari penyiksaan anak. Karena bisa saja orangtua memukul anak dengan alasan mendisiplinkan anak, dari sekedar memukul bisa berlanjut ke penyiksaan anak dalam bentuk yang lain (kayak di film Ari Hanggara itu lho). Lagian, belum tentu juga kan anak akan menyadari kesalahannya kalau dipukul?
Emang sih, gak akan ada habisnya kalau berdebat masalah ini. Sebenarnya, menurut saya kembali ke pribadi orangtua masing-masing juga. Lingkungan seperti apa yang ingin mereka ciptakan di rumah? Saya percaya kalau seorang anak lebih baik diasuh dan dibesarkan dengan suasana kasih sayang dibanding dengan kemarahan. Karena bukannya semuanya itu berasal dari rumah?
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
cURL error 52: Empty reply from server
Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.