You're here: My Health Blogging » Parenting

\(Event) Undangan Pampers Baby First Fitness

Comments yaya — July 3, 2009 / 7:57 pm

Kami ingin mengundang Anda sekalian untuk turut serta berpartisipas pada event ” Pampers Baby First Fitness “ untuk anak usia mulai dari 6 bulan sampai dengan 3 tahun. Dan sekaligus untuk pemecahan Rekor MURI pada kesempatan tersebut. Acara ini tidak dipungut biaya apapun.  Adapun event tersebut akan diadakan pada :

Hari / Tanggal                        : Sabtu, 25 Juli 2009 Waktu                                      : 09.30 WIB - selesai Tempat                                    : Exhibition Hall - Lower Ground Mall of Indonesia - Kelapa Gading

Berhubung keterbatasan tempat, kami mengharapkan Anda sekalian dapat mendaftarkan diri Anda paling lambat tanggal 5 Juli 2009 pada no telepon 0815-966 1047 / 021 – 837 00879 (jam kerja) atau melalui SMS maupun email * dinny@twistercomm.com* <dinny@twistercomm.com>.

Pendaftaran disertai : 1. Nama orang tua 2. Nama anak 3. Alamat 4. No telepon yang bisa dihubungi 5. Umur anak 6. Ukuran kaos ayah/ibu (hanya 1 orang dewasa mendampingi 1 anak pada saat Baby First Fitness berlangsung) 7. Ukuran kaos anak

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Bersenang-senang makan di luar

Comments yaya — July 3, 2009 / 12:27 pm

Ternyata ya, makan di luar rumah (restoran)pun bersama anak-anak bisa menjadi acara yang menyenangkan juga, baik bagi orangtua maupun anak-anak. Orang tua yang membawa anak-anak (apalagi yang masih balita) sering kali terjebak harlam situasi “orangtua makan, babysitter menggendong bayi dan anak-anak yang balita merengek pengen pulang”.

Apa harus begitu setiap kali makan di luar? :p

Sebelum pergi makan di resto, orangtua sudah harus mempersiapkan hal-hal berikut:

1.Things to occupy children while waiting for the food to be served (siapin mainan/ buku untuk menemani anak saat lagi nunggu makanan).

Daripada anak jadi teriak-teriak, nangis atau bahkan jadi berantem satu sama lain.. dengan buku dan mainan kan energi mereka bisa tersalurkan ke hal-hal yang lebih positif :).

2.Tell children where to go and what to expect.

Sebelum pergi, orangtua sebaiknya ngasih tau anak-anak mau kemana dan mau ngapain.

Jangan jawab dengan “lihat aja deeh nanti sendiri yaa kita mau kemana..”

3.Involve children when choosing where to eat out.

Apalagi kalau anak-anaknya sudah bisa memilih sendiri. Umur 3 tahun bahkan sudah bisa lho bun diajak memilih resto favorit mereka. Jadi saat tiba di resto mereka gak bete dengan alasan gak suka sama restonya.

4.Have some preparation.

Maksudnyaa jangan buru-buru sebelum pergi. Siap-siapnya dari setengah jam sebelum pergi ya buuun, ini supaya anak-anak gak stress juga diburu-buru.

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Gak selalu harus menang, kan?

Comments yaya — June 23, 2009 / 5:48 am

3 hari yang lalu di rumah saya, kakak saya dan keponakan saya yang berusia 3 tahun asyik bermain kartu UNO. Semuanya berjalan lancar, sampai kakak saya mengeluarkan kartu yang mengharuskan ponakan saya untuk mengambil 4 kartu lagi. Yang berartiiii, ponakan saya belum menang :p

Bisa ketebak.. ponakan saya langsung nangis senangis-nangisnya, protes karena ia kalah. Dan permainanpun berakhir, hihihi..

Naah disini ini tantangan orangtua untuk mengajarkan anak menerima kekalahan. Karena biasanya ayah/bunda selalu menyemangati anak untuk jadi yang pertama.

Jaman dulu waktu jaman masih sekolah juga saya dinasehatinya: “ranking yaa.”

Orangtua masih berorientasi kepada ranking, nilai 100, NEM tertinggi untuk mengukur suatu kesuksesan. Jaman sekarang mah..udah gak jaman buun. : p

Bukan berarti orangtua membiarkan anak males-malesan, lho. Kita boleh ngajarin anak untuk juara 1, tapi jangan sampai kita membiarkan ambisi pribadi menghalangi bakat anak itu sendiri.

“Mama pasti bangga kalau kakak dapat ranking..tapi tanpa rankingpun mama masih bangga sekali sama kakak, karena kakak sudah rajin dan mau berusaha.”

Lebih enak kan, daripada..

“Yaaah, kakak kok gak ranking? makanya bunda bilang didengerin doong!”

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Sebelum bunda pergi

Comments yaya — June 9, 2009 / 7:58 am

Q: saya ibu baru punya putri 1, saya bekerja berangkat jam 8 pagi pulang jam 1/2 6…..bagaimana cara mengatasi anak agar tidak menangis setiap kali mau berangkat kerja……hal ini membuat saya tidak tega meninggalkannya dan membuat saya tertekan karena telah mngecewakannya dengan membiarkan dia menangis.

Untuk berhenti kerja saat ini rasanya berat…..gimana yaaa cara mengatasinya….ditunggu jawaban sharingnya lho….bun.

A: Hari Minggu kemarin Super Nanny ngasih tips buat bunda yang anak-anaknya selalu menangis setiap kali bunda mau pergi (kerja atau sekedar belanja bulanan).

Yang terpenting, bunda siap-siap aja dulu. Dari ganti baju, dandan, dan nyiap-nyiapin apa aja yang perlu dibawa. Intinya getting ready to go.

Lalu jangan pernah pergi diem-diem tanpa sepengetahuan anak. Bunda harus menghampiri anak dan katakan kepadanya bunda mau kemana, berapa lama dan mau ngapain.

“Dek, bunda pergi dulu ya. Kan bunda mau kerja dulu. InsyaAllah jam 5 sore bunda udah pulang.”

Setelah itu, bunda langsung pergi. Cium anaknya cukup 2 kali aja ya bun ;)

Kalau anak dijaga oleh babysitter, sekaranglah tugasnya si mbak untuk mengalihkan perhatian anak. Entah diajak main atau apalah, yang penting anak gak nangis-nangis atau bahkan ngejar mobilnya bunda.

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Kakak tidak selalu harus mengalah

Comments yaya — June 9, 2009 / 7:14 am

Biasanya kalau kakak saya sudah melihat anak-anaknya mulai berantem atau rebutan sesuatu, pasti nasihatnya: “Kakak, ngalah dong sama adiknya.”

Hati-hati lho bun dengan nasihat “ngalah sama adek,” karena hal itu bisa menunjukkan ke anak bahwa:

1.Kakak harus selalu jadi nomer 2. dan 2.Adik selalu mendapatkan apa yang ia inginkan

Padahal pasti bukan itu kan yang orangtua inginkan. Seperti orangtua saya, mereka tidak pernah menggunakan nasihat “ngalah dong,” tapi lebih sering memakai nasihat “ayo, gantian ya,” atau “berdua dong.”

“Ngalah donk sama adiknya,” bisa membuat sang adek merasa berhak atas apapun yang ia lakukan (walaupun perbuatan/perkataannya salah). Kayak Ayya, anak keduanya kakakku kemaren saat ia merebut diary kakaknya. Waktu ditegur oleh mamanya, eeh..jawabannya malah “aku kan adeknya.”

Gubraks ;)

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Untuk anakku, kelak

Comments yaya — May 22, 2009 / 8:38 am

Buka hatimu, nak. Dunia luas menantimu. Untuk tumbuh, berkembang, menjadi dirimu sendiri. Juga, untuk tetap menyayangi kedua orangtuamu yang selalu berada di belakangmu. Untuk menahanmu sebelum kau terjatuh, memberitahu ketika kau terlupa sesuatu.

Buka hatimu, nak. Manusia mungkin tidak semuanya baik, ada saja yang akan menerkammu dari belakang saat kau mengira ia baik. Ada yang akan melupakan dirimu, walaupun kalian telah menjadi sepasang manusia yang erat hubungannya. Bahkan akan ada yang akan mencintaimu sepenuh jiwanya.

Iya nak, kau harus tetap menjaga hatimu. Sekecewa apapun dirimu pada dunia. Karena nak, dunia boleh boleh berkata tidak suka atau berbuat jahat terhadapmu. Kamu harus tetap hidup, jadikan sisa tangismu kekuatan yang akan memapah langkahmu ke depan.

Anakku, dunia mungkin akan terlihat sempit di matamu. Sesungguhnya, engkau akan bertemu dengan orang-orang yang selalu akan ada di hatimu. Hiduplah nak, jangan biarkan dunia mendiktemu. Jalani hidupmu di dunia sebagai orang baik, karena kebaikan tambah langka seiring dengan majunya zaman.

Anakku, buka hatimu nak. Untuk apapun yang akan kamu lakukan, katakan, dan pikirkan. Jangan kamu tinggalkan hatimu di balik kata logika.

Untuk anakku, kelak…

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Saat anak bertanya

Comments yaya — May 15, 2009 / 8:03 pm

1.Pacaran itu apa sih ma?

2.Ciuman apaan?

3.Seks apaan bun?

4.Kalau kita meninggal perginya kemana?

Ada yang bisa tolong jelasin dengan bahasa yang dimengerti anak? :)D

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Anak adalah peniru yang luar biasa

Comments yaya — May 15, 2009 / 7:36 pm

Yaa ampuunn, saya agak-agak shock yaa kemarin nonton infotainment pas dilaporkan D.P dan A.T mempertontonkan ciuman super mesra di depan anak-anak.

*ngelus dada..

Ustadz Mansyur berucap begini, “jangan salahkan anak anda bila berlaku tidak senonoh saat orangtuanya berbuat mesum.”

Sudah menjadi rahasia umum kalau anak-anak memiliki rasa ingin tahu yang besar sekali, jadi hal yang menurut orang dewasa biasa saja (seperti ciuman)..di mata anak-anak bisa menjadi hal yang menarik untuk dicoba. Duuh, sedih banget ya bun..meliat kepolosan anak-anak kita dinodai oleh contoh-contoh yang gak penting.

Jadi apa dong sebaiknya yang orangtua bisa lakukan untuk menjaga anak-anak untuk tidak mendapat contoh yang salah?

Pertama, awasi..batasi..dan temani saat menonton tv.

Kalaupun di rumah memasang parabola, kan bisa diatur tayangan yang bisa ditonton oleh anak-anak..seperti Disney Channel misalnya.

Jangan hanya membatasi tayangan tv anak, tapi orangtua juga harus bisa dan mau menemani anak menonton tv.

Kedua, siapin penjelasan yang masuk akal sama logika anak-anak. Apalagi kalau anak mulai bertanya hal-hal yang susah untuk dijelaskan.

Ketiga, do what you preach. Artinya, kalau bunda melarang anak berkata-kata kasar…maka sudah sewajarnya orangtua juga harus berlemah-lembut dalam berkata-kata.

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

“Treat her as a normal child..”

Comments yaya — May 14, 2009 / 11:19 am

“Treat her as a normal child..”

itu pesan dokter yang mengoperasi jantung saya 23 tahun yang lalu saat mama saya bertanya kepadanya tentang bagaimana harus merawat saya pasca operasi jantung.

Sederhana ya, cukup dengan perlakukan saya layaknya anak normal. :)

Jadi alhamdulillah saya tumbuh dewasapun juga layaknya anak normal lainnya. Saya

bisa sekolah TK, SD, SMP, SMA bahkan sampai lulus kuliah. Amiiin..

Belajar dari pengalaman saya ini, saya bisa mengambil kesimpulan kalau sebenarnya bila ada anak yang lahirnya (maaf) kupingnya ketutup sebelah, jalannya pincang atau bahkan buta..orangtua tidak usah menganggap kelainan anaknya itu hal yang memalukan, bahkan sampai menyembunyikan anaknya di rumaah terus.

Kan katanya anak itu akan mengikuti apa yang dicontohkan orangtuanya, jadiii..berilah contoh yang baik yaa bun, yah. Contoh yang baik itu seperti:

1.jangan suuzhon (berprasangka buruk) sama anak.

Maksudnya gini bun, jangan hanya karena karena anak jalannya pincang..bunda melarangnya hang out di mall sama teman-temannya. Kalau bunda melarang ia pergi, bunda bukannya melindunginya tapi bahkan menyakiti anak karena dengan melarangnya pergi bunda seakan malu kalau ia bertemu dengan orang lain.

2.memberi anak kepercayaan.

Percaya kalau anak tidak akan kenapa-kenapa hanya karena ia lahir dengan keadaan kurang sempurna..

Percaya kalau dari rumah anak sudah dididik untuk percaya diri saja maka ia akan keluar rumah dengan bekal kepercayaan dirinya.

3.tidak menyalahi siapa-siapa.

Pasti seorang ibu akan bertanya bahkan menyalahkan dirinya sendiri saat anak yang ia kandung lahir dalam keadaan kurang sempurna. Apa yang ia lakukan saat hamil sehingga anaknya jadi begini? bahkan menyalahkan Tuhan. Astagfirullaah bun, jangan sampai yaa :(

Yakin deh bun, Tuhan itu pasti ada maksudnya sendiri dalam menciptakan umatnya. Bahkan yang di mata manusia anak bunda mungkin kurang sempurna, bisa jadi ia calon BJ Habibie berikutnya :) .

Kalau ditanya apakah saya mengalami krisis pede dengan keadaan saya sekarang? waktu kecil sempat saya mengalami masa-masa “ih, gue jelek banget dengan kuping yang kecil sebelah.” Tapi lambat-laun dengan didikan orangtua saya sekarang malah bangga dengan keadaan seperti ini :)

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

DOs dan DON’Ts saat anak ikut lomba

Comments yaya — May 14, 2009 / 8:51 am

Pagi bunda, apa kabar hari ini?

Saya punya cerita nih. Beberapa minggu yang lalu, keponakan saya yang usianya 3 tahun ikut lomba fashion show. Saat itu baju khas luar negeri, jadi Ayyaku berpakaian ala Hawaiian girl :)

Ngomongin lomba, menurut saya ada DOs dan DON’Ts yang harus bunda atau ayah peratiin saat anak-anak ikutan lomba.

DOs dan DON’Ts:

1.Hormati keputusan anak, apapun itu.

Misalnya anak ingin mengenakan pakaian ala Hawaiian girl untuk fashion show yang temanya baju khas luar negeri, bunda tetap harus mengikuti apa maunya anak. Masalah menurut bunda pakaian itu agak terbuka dan seksi, kan bisa diakali gimana supaya tubuh anak gak terlalu terbuka.

2.Menyemangati anak dari jauh-jauh hari tanpa memberi mereka tekanan.

Maksudnya gini bun, saat anak bilang ingin ikut lomba, bunda harus bisa memberinya dukungan baik dengan kata-kata maupun tindakan.

Contoh: “Hebat kakak mau ikut lomba pidato bahasa Inggris, nanti bunda boleh ikut ya bantuin mengarang isi pidatonya?”

tapi jangan sampai bunda memaksanya untuk menulis isi pidato yang sesuai dengan maunya bunda saja, dengan maksud supaya anak menang lomba.

3.Jangan mengharuskan anak untuk menang lomba.

Waduuh yang ini gak boleh ya bun, kan anak itu ikutan lomba untuk mengasaha kreatifitas dan kemampuan dirinya. Piala, piagam atau hadiah itu kan hanya insentif saja, jangan bunda/ayah jadikan tujuan utama yaa. Kasian anak, bisa-bisa mereka bukannya malah menikmati lombanya malah jadi tertekan. stress bahkan depresi.

4.Boleh kok bunda/ayah memberi anak sedikit “iming-iming” supaya ia lebih bersemangat saat lomba. Inget ya bun, yah..iming-iming lho bukan keharusan ;) .

Hehehe, jadi inget waktu Ayya lagi fashio show, tadinya kan ia tidak mau melakukan tarian Hawaiian di atas panggung..tapi 5 menit sebelum naik panggung ayahnya berbisik: “dapet sepeda dek, kalau nari.” ;)

Hehe, Ayya langsung lho menari dengan lucunya di atas panggung :) .

5.Jangan bikin bete anak menjelang lomba.

Kita saja sebagai orang dewasa kalau menjelang presentas di kantor misalnya, pasti jauh-jauh hari sudah mempersiapkan suasana hati kita agar tetap tenang, gak panik bahkan bete.

Sama kok dengan anak-anak, mereka bisa jadi mutung alias gak mood kalau menjelang hari H bunda/ayah marah-marah sama mereka. Hihi, tau kok orangtua bisa ikutan nervous meliat anaknya lomba..tapi jangan dilampiaskan ke anak ya bun, yah.

6.Ajak anak berdoa sebelum lomba.

Yuk bun, yah..kita tanamkan kebiasaan berdoa sebelum melakukan apapun ke anak. Baik berdoa dengan bahasa sendiri, membaca Al Fatihah bagi umat Islam atau doa-doa lainnya sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing. Kan dengan berdoa, anak bisa jadi lebih tenang dan percaya diri saat berlomba :) .

Sukses yaaa :)

Ngomong-ngomong, Ayya kemaren juara 3 lhooo tante,

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL UPDATES

FEATURED POSTS

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

COMMENT

  • sutomo — saya bekerja di papua, bagi yang mau pesan sarang semut asli papua silahkan hubungi saya di 081356069212 email sutomo080421@gmail.com. di ...
  • didi — pergelangan tangan istrisaya keseleo,,,saat mau kekamar mandi terpeleset,,apakah beras kencur dah cukup...atau ada tambahan lain yang tradisional selain itu,,,terima kasih
  • pra — klo yg mpe klitny nglpas pa tu dah krnis?thanks
  • santika — minta petunjuk, untuk menghilang tinnitus( telinga mendenging) saya udah terkena tinnitus ampir 3 th dan sampai sekarang selama 24 jm ...
  • rita mutia — saya sangat tertarik dgn penemuan obat 'sarang semut'.sekarang saya tinggal diaceh dan saya rasa sangat sukar utk menemuinya.dmana kira2 saya ...
  • risma — ass.....sya mau tanya dong buat yg tau jawabnnya tolong di bantu ya...... klo udah prnah skt tipes smpe 3 x apakah ...
  • feranika — saya menderita alergi pada kulit pada pagi hari dan sore hari berupa bendul2 merah dan akan hilang setlh satu jam ...
  • ika — Menurut sumber yang saya cantumkan di atas, tumbuhan Sarang Semut ini memang jadi bintang untuk banyak penyembuh penyakit, wahai pembaca ...
  • yuend_can — aku ingin tahu secara rinci bagaimana pengolahan daun sirih menjadi pasta gigi
  • Aulia — Sy dvonis dktr trkna pnyakit radang selaput otak/epileptiform partial,apa bedanya dgn meningitis?sy bc bbrp artikel n intrnet rata2 penyebarannya dlm ...