You're here: My Health Blogging » Parenting
Kalau di Indonesia, saya yakin banget para ibu yang baru melahirkan suka gak tegaan untuk meletakkan bayinya di boks bayi. Kebanyakan menaruh bayi mereka di tengah tempat tidur dan menaruh bantal guling sebagai pagar’.
Selama ini kita mengira menaruh bayi di tempat tidur sudah pasti aman, toh tetap dijagain. Ternyata orangtua juga harus jeli dan hati-hati dimana mereka meletakkan sang bayi.
Menidurkan bayi dengan posisi telungkup bisa beresiko Sudden Infant Death Syndrome (SIDS) atau Sindrom Bayi Meninggal. Kasur, bantal, guling bahkan mainan bulu bisa mengakibatkan bayi tersedak dan tidak dapat bernapas lega. Sebaiknya kepala bayi tidak ditaruh benda apapun saat ia lagi tidur.
Yang terpenting jangan pernah meninggalkan bayi saat ia kita tidurkan di kasur.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Tadi nonton berita dikabarkan ada anak-anak SD yang ditangkap karena main judi.
Masyaallaah :(
Saya kuatir sama perkembangan anak jaman sekarang ini. Gimana enggak, seiring dengan perkembangan teknologi anak-anak juga makin high-tech. Peratiin deh kalau di mal-mal, anak-anak ABG hampir semuanya memegang BB, ipod atau bawa laptop. Sudah pasti, orangtua mereka sangat kaya, yang saking kayanya mereka melengkapi sang ABG dengan gadget super canggih.
Kadang saya mikir,
apa gadget canggih bisa menggantikan orangtua di hati anak?
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Buat sebagian orangtua yang memiliki anak balita jam tidur bisa jadi menyenangkan, tapii bisa menjadi mimpi buruk bagi si anak dan bunda/ayah yang nidurin anaknya.
Yang saya peratiin setiap kali nonton Super Nanny niih, Jo selalu ngasih tips berikut:
STEP 1 stay in bed technique.
Ayah/bunda ngajak anak tidur dengan membawanya ke tempat tidur, menyelimutinya, dan pastikan boneka/benda teman tidurnya sudah ada di tempat tidur si kecil.
Ajak anak berdoa sebelum tidur, cium anak dan bunda/ayah keluar dari kamarnya.
STEP 2 dilakukan saat anak keluar dari kamarnya lagi dengan alasan mau pipislah, mau minum, kamarnya kedinginan atau apalah. Yang bunda/ayah lakukan hanya ngomong “udah malam sayang, balik tidur lagi ya.”
Bawa anak kembali ke tempat tidurnya, selimuti dan tinggalkan.
Naah kalau anak kembali keluar dari tempat tidurnya untuk ketiga, keempat atau bahkan sampai 10 kalinya..bunda/ayah tidak usah mengajaknya bicara, tapi gandeng tangannya dan bawa ia kembali ke tempat tidurnya.
Lakukan hal yang sama ya bun/yah.. 1.gandeng/gendong anak 2.bawa ia kembali ke tempat tidurnya 3.tinggalkan
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Kami ingin mengundang Anda sekalian untuk turut serta berpartisipas pada event ” Pampers Baby First Fitness “ untuk anak usia mulai dari 6 bulan sampai dengan 3 tahun. Dan sekaligus untuk pemecahan Rekor MURI pada kesempatan tersebut. Acara ini tidak dipungut biaya apapun. Adapun event tersebut akan diadakan pada :
Hari / Tanggal : Sabtu, 25 Juli 2009 Waktu : 09.30 WIB - selesai Tempat : Exhibition Hall - Lower Ground Mall of Indonesia - Kelapa Gading
Berhubung keterbatasan tempat, kami mengharapkan Anda sekalian dapat mendaftarkan diri Anda paling lambat tanggal 5 Juli 2009 pada no telepon 0815-966 1047 / 021 – 837 00879 (jam kerja) atau melalui SMS maupun email * dinny@twistercomm.com* <dinny@twistercomm.com>.
Pendaftaran disertai : 1. Nama orang tua 2. Nama anak 3. Alamat 4. No telepon yang bisa dihubungi 5. Umur anak 6. Ukuran kaos ayah/ibu (hanya 1 orang dewasa mendampingi 1 anak pada saat Baby First Fitness berlangsung) 7. Ukuran kaos anak
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Ternyata ya, makan di luar rumah (restoran)pun bersama anak-anak bisa menjadi acara yang menyenangkan juga, baik bagi orangtua maupun anak-anak. Orang tua yang membawa anak-anak (apalagi yang masih balita) sering kali terjebak harlam situasi “orangtua makan, babysitter menggendong bayi dan anak-anak yang balita merengek pengen pulang”.
Apa harus begitu setiap kali makan di luar? :p
Sebelum pergi makan di resto, orangtua sudah harus mempersiapkan hal-hal berikut:
1.Things to occupy children while waiting for the food to be served (siapin mainan/ buku untuk menemani anak saat lagi nunggu makanan).
Daripada anak jadi teriak-teriak, nangis atau bahkan jadi berantem satu sama lain.. dengan buku dan mainan kan energi mereka bisa tersalurkan ke hal-hal yang lebih positif :).
2.Tell children where to go and what to expect.
Sebelum pergi, orangtua sebaiknya ngasih tau anak-anak mau kemana dan mau ngapain.
Jangan jawab dengan “lihat aja deeh nanti sendiri yaa kita mau kemana..”
3.Involve children when choosing where to eat out.
Apalagi kalau anak-anaknya sudah bisa memilih sendiri. Umur 3 tahun bahkan sudah bisa lho bun diajak memilih resto favorit mereka. Jadi saat tiba di resto mereka gak bete dengan alasan gak suka sama restonya.
4.Have some preparation.
Maksudnyaa jangan buru-buru sebelum pergi. Siap-siapnya dari setengah jam sebelum pergi ya buuun, ini supaya anak-anak gak stress juga diburu-buru.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
3 hari yang lalu di rumah saya, kakak saya dan keponakan saya yang berusia 3 tahun asyik bermain kartu UNO. Semuanya berjalan lancar, sampai kakak saya mengeluarkan kartu yang mengharuskan ponakan saya untuk mengambil 4 kartu lagi. Yang berartiiii, ponakan saya belum menang :p
Bisa ketebak.. ponakan saya langsung nangis senangis-nangisnya, protes karena ia kalah. Dan permainanpun berakhir, hihihi..
Naah disini ini tantangan orangtua untuk mengajarkan anak menerima kekalahan. Karena biasanya ayah/bunda selalu menyemangati anak untuk jadi yang pertama.
Jaman dulu waktu jaman masih sekolah juga saya dinasehatinya: “ranking yaa.”
Orangtua masih berorientasi kepada ranking, nilai 100, NEM tertinggi untuk mengukur suatu kesuksesan. Jaman sekarang mah..udah gak jaman buun. : p
Bukan berarti orangtua membiarkan anak males-malesan, lho. Kita boleh ngajarin anak untuk juara 1, tapi jangan sampai kita membiarkan ambisi pribadi menghalangi bakat anak itu sendiri.
“Mama pasti bangga kalau kakak dapat ranking..tapi tanpa rankingpun mama masih bangga sekali sama kakak, karena kakak sudah rajin dan mau berusaha.”
Lebih enak kan, daripada..
“Yaaah, kakak kok gak ranking? makanya bunda bilang didengerin doong!”
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Q: saya ibu baru punya putri 1, saya bekerja berangkat jam 8 pagi pulang jam 1/2 6…..bagaimana cara mengatasi anak agar tidak menangis setiap kali mau berangkat kerja……hal ini membuat saya tidak tega meninggalkannya dan membuat saya tertekan karena telah mngecewakannya dengan membiarkan dia menangis.
Untuk berhenti kerja saat ini rasanya berat…..gimana yaaa cara mengatasinya….ditunggu jawaban sharingnya lho….bun.
A: Hari Minggu kemarin Super Nanny ngasih tips buat bunda yang anak-anaknya selalu menangis setiap kali bunda mau pergi (kerja atau sekedar belanja bulanan).
Yang terpenting, bunda siap-siap aja dulu. Dari ganti baju, dandan, dan nyiap-nyiapin apa aja yang perlu dibawa. Intinya getting ready to go.
Lalu jangan pernah pergi diem-diem tanpa sepengetahuan anak. Bunda harus menghampiri anak dan katakan kepadanya bunda mau kemana, berapa lama dan mau ngapain.
“Dek, bunda pergi dulu ya. Kan bunda mau kerja dulu. InsyaAllah jam 5 sore bunda udah pulang.”
Setelah itu, bunda langsung pergi. Cium anaknya cukup 2 kali aja ya bun ;)
Kalau anak dijaga oleh babysitter, sekaranglah tugasnya si mbak untuk mengalihkan perhatian anak. Entah diajak main atau apalah, yang penting anak gak nangis-nangis atau bahkan ngejar mobilnya bunda.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Biasanya kalau kakak saya sudah melihat anak-anaknya mulai berantem atau rebutan sesuatu, pasti nasihatnya: “Kakak, ngalah dong sama adiknya.”
Hati-hati lho bun dengan nasihat “ngalah sama adek,” karena hal itu bisa menunjukkan ke anak bahwa:
1.Kakak harus selalu jadi nomer 2. dan 2.Adik selalu mendapatkan apa yang ia inginkan
Padahal pasti bukan itu kan yang orangtua inginkan. Seperti orangtua saya, mereka tidak pernah menggunakan nasihat “ngalah dong,” tapi lebih sering memakai nasihat “ayo, gantian ya,” atau “berdua dong.”
“Ngalah donk sama adiknya,” bisa membuat sang adek merasa berhak atas apapun yang ia lakukan (walaupun perbuatan/perkataannya salah). Kayak Ayya, anak keduanya kakakku kemaren saat ia merebut diary kakaknya. Waktu ditegur oleh mamanya, eeh..jawabannya malah “aku kan adeknya.”
Gubraks ;)
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Buka hatimu, nak. Dunia luas menantimu. Untuk tumbuh, berkembang, menjadi dirimu sendiri. Juga, untuk tetap menyayangi kedua orangtuamu yang selalu berada di belakangmu. Untuk menahanmu sebelum kau terjatuh, memberitahu ketika kau terlupa sesuatu.
Buka hatimu, nak. Manusia mungkin tidak semuanya baik, ada saja yang akan menerkammu dari belakang saat kau mengira ia baik. Ada yang akan melupakan dirimu, walaupun kalian telah menjadi sepasang manusia yang erat hubungannya. Bahkan akan ada yang akan mencintaimu sepenuh jiwanya.
Iya nak, kau harus tetap menjaga hatimu. Sekecewa apapun dirimu pada dunia. Karena nak, dunia boleh boleh berkata tidak suka atau berbuat jahat terhadapmu. Kamu harus tetap hidup, jadikan sisa tangismu kekuatan yang akan memapah langkahmu ke depan.
Anakku, dunia mungkin akan terlihat sempit di matamu. Sesungguhnya, engkau akan bertemu dengan orang-orang yang selalu akan ada di hatimu. Hiduplah nak, jangan biarkan dunia mendiktemu. Jalani hidupmu di dunia sebagai orang baik, karena kebaikan tambah langka seiring dengan majunya zaman.
Anakku, buka hatimu nak. Untuk apapun yang akan kamu lakukan, katakan, dan pikirkan. Jangan kamu tinggalkan hatimu di balik kata logika.
Untuk anakku, kelak…
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
1.Pacaran itu apa sih ma?
2.Ciuman apaan?
3.Seks apaan bun?
4.Kalau kita meninggal perginya kemana?
Ada yang bisa tolong jelasin dengan bahasa yang dimengerti anak? :)D
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
A feed could not be found at http://3gweek.net/feed/