You're here: My Health Blogging » Herbal » Article: Pneumokukus, Apakah Itu?

Pneumokukus, Apakah Itu?

ika — April 29, 2009 / 10:54 pm

 

Adalah sebuah bakteri yang memicu radang selaput otak dan infeksi darah. Berbahaya. Dan perlu diwaspadai. Bakteri ini sering sekali terjadi pada masa bayi dan balita. Oleh karena itu, mari kita rawat bayi dan balita kita dengan penuh perhatian dan kasih sayang. Cukup ASI. Dan cukup waktu untuk bersama orangtuanya. Yuuk, baca infonya bareng-bereng. Agar lebih kenal, dan lebih bisa waspada.

Letupan batuk tiada henti keluar dari mulut mungil Nadyla. Napasnya tersengal-sengal kala batuknya meradang. Sudah dua pekan bayi berusia lima bulan itu mengalami sesak napas. Ketika serangan datang, tubuhnya membiru. Dari hasil observasi dokter, ditetapkan bahwa anak pasangan Nikki dan Ari ini mengidap radang paru-paru (pneumonia). Sayangnya, dalam perawatan medis, nyawa putri dua sejoli itu tak lagi tertolong.

Nikki dan Ari adalah satu dari sekian banyak orang tua dengan anak penderita pneumokokus invasif (IPD)–penyakit yang disebabkan bakteri Streptococcus pneumoniae (pneumokokus). Serangan bakteri ini juga memicu radang selaput otak (meningitis) dan infeksi darah (bakteremia). Testimoni mereka dikemas dalam sebuah film pada seminar nasional advokasi terhadap pencegahan penyakit pneumokokus di Hotel Niki, Denpasar, Bali, Sabtu pekan lalu.

Profesor dr. Soetjiningsih, SpA(K), staf pengajar Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, menyatakan, sebenarnya pada bayi yang baru lahir saja sudah ditemukan bakteri pneumokokus di tenggorokan dan rongga hidung. “Makin belia usianya, maka makin banyak kuman pneumokokus yang bersarang,” ujarnya saat mempresentasikan makalahnya yang berjudul Faktor Risiko dan Pencegahan Infeksi Pneumokokus.

Lalu, seberbahaya apa kuman pneumokokus bagi bayi dan balita? Menurut Soetjiningsih, bakteri ini dapat menyebabkan penyakit berat, seperti pneumonia, sepsis, bakteremia, meningitis, serta gangguan telinga hidung dan tenggorokan, berupa otitis media dan sinusitis. Serangan penyakit pneumokokus, seperti meningitis, pneumonia, dan bakterimia, telah menyebabkan 2 juta kematian per tahun di dunia. Sekitar 700 ribu hingga 1 juta di antaranya adalah balita. Tercatat juga kematian balita akibat pneumonia merupakan proporsi tertinggi. Di Asia Pasifik, dilaporkan 98 balita meninggal karena pneumonia setiap jamnya.

Pneumonia adalah infeksi akut yang menyerang jaringan paru-paru–alveoli. Gejalanya seperti napas yang terengah-engah dan sesak–karena paru-paru yang meradang secara mendadak. Pneumonia berat ditandai oleh batuk disertai kesukaran bernapas yang tak kunjung sembuh. Lebih dalam, bila semua jenis penyakit IPD memasuki tahap kronis, bisa berakhir dengan kematian maupun kecacatan permanen, seperti inteligensi rendah, tuli, lumpuh, dan gangguan saraf.

Penularan pneumokokus, menurut spesialis anak RS Sanglah, Denpasar, Dr Ni Putu Siadi Purniti, SpA, memang mudah terjadi. Hal itu karena bakteri pneumokokus hidup normal di hidung dan tenggorokan orang sehat. Penularan dapat terjadi melalui percikan ludah atau udara bebas, sehingga setiap anak rentan terinfeksi tanpa memandang status dan lingkungan sekitarnya. “Rumah yang lebih sempit lebih besar kemungkinan penularannya,” ia memaparkan.

Beragam faktor risiko serangan penyakit pneumokokus pada bayi, dari lahir kurang bulan (prematur), kurang mendapat air susu ibu, berusia di bawah dua tahun, terkena malnutrisi (vitamin A), terkena polusi serta asap rokok, tinggal di hunian yang padat, hingga sering mendapat antibiotik dan tidak mendapatkan imunisasi. “Anak di bawah dua tahun rentan terinfeksi pneumokokus karena antibodinya belum spesifik,” Soetjiningsih menjelaskan. Repotnya, serangan penyakit pneumokokus pada anak tanpa gejala dan penderita tak mengalami keluhan.

Lebih jauh, Profesor Dr dr Sri Rezeki, spesialis anak konsultan penyakit tropika dan infeksi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta, mengatakan bayi dengan pneumonia jarang yang mencapai usia lima tahun. “Bayi yang berisiko terkena pneumonia umumnya berusia dua hingga 23 bulan,” katanya. Untuk itu, sebagai langkah antisipasi, Sri mengimbau anak-anak Indonesia diberi vaksinasi pneumokokus.

Hingga kini Ketua Tim Ahli Imunisasi Nasional ini menyadari vaksinasi pneumokokus belum mencakup tipe pneumokokus yang ganas. “Tetapi tidak ada tumpang tindih dengan vaksinasi wajib, seperti BCG, DTP, dan campak.” Hingga saat ini, dari 90 tipe bakteri pneumokokus, ada 11 tipe yang dinilai ganas.

Faktor Risiko

  1. Anak berumur kurang dari dua tahun.

  2. Bayi yang lahir kurang bulan (prematur).

  3. Tidak mendapat air susu ibu eksklusif.

  4. Tinggal di rumah yang sempit dan padat.

  5. Waktunya lebih banyak berada di penitipan anak.

  6. Menghirup asap rokok dan polusi udara.

  7. Sering mendapat antibiotik.

  8. Kekurangan vitamin A.

  9. Tidak mendapat imunisasi.

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Ikuti diskusi Satu komentar untuk artikel ini.

  1. Aulia

    Sy dvonis dktr trkna pnyakit radang selaput otak/epileptiform partial,apa bedanya dgn meningitis?sy bc bbrp artikel n intrnet rata2 penyebarannya dlm hitungan bulan tp sy tiba2 lumpuh pd usia 15 thn dan saya dvonis epileptiform partial pd usia 24 thn

    June 15th, 2009 at 11:28 am

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

FEATURED

COMMENT

  • cayono budi.s — saya punya mitra binaan ..bernama pengobatan timur.yang konsepnya menggabungkan metode cina india dan jawa.cina dg konsep yin yang ,acupunctur,acupresure.india ...
  • dinar — Hai,Mom's. ada info untuk penyalur baby sitter bagus tempatnya di Surabaya. namanya Baby sitter Nurani, telp: (031)71332390 Panggil aja Mbak / bu ...
  • Deasy — Gatelll..nyebar lagi. ke dokter ahli alergi, dikasih salep "Dermovate", bagus, begitu gatel diolesin ini langsung mendingan, salep gini belinya di ...
  • kamal jabbar — dok... mertua saya di vonis oleh dokter mengidap penyakit kanker rahim dan di sarankan untuk operasi.adakah obat herbal yang dapat menyembuhkan ...
  • Mifta — Saya punya anak umur 8bulan, sudah tumbuh gigi 4pcs, apa sudah boleh sikat gigi dengan pasta gigi yang ada di ...
  • Jati — commentnya kok pada nyebelin, kalobelum nyoba jng reply napa? pake nanya ini itulah... coba dulu, kalo yang udah nyoba trus ...
  • MINYAK ANGIN AROMATHERAPY — MINYAK MINYAK ANGIN AROMATHERAPY Mohon maaf lahir dan batiin. Met idul fitri yach...?!
  • obat herbal — artikelnya bagus. mari kita galakkan konsumsi obat herbal.
  • ibar santoso — Teh nya dikasih gula gak mbak ? hi hi hi......... becanda ! Makasih tipsnya. Entar gue coba deh.
  • diar — mo nanya nih,kalo bwt ibu hamil gimana ya,aman ga??