You're here: My Health Blogging » Herbal » Article: Serba-Serbi Minyak Goreng

Seorang pria bersama anaknya muncul di sebuah demo masak. Sang pria bertanya kepada demonstrator tentang bagaimana menguji mutu dari minyak goreng. “Menurut para ahli, diminum” saut ibu yang menjadi demonstrator. Begitulah cuplikan adegan dari salah satu iklan minyak goreng yang pernah muncul di televisi.
Masih ada iklan lainnya lagi dimana digembar-gemborkan minyak goreng dilengkapi berbagai vitamin serta omega 3 dan 9. Eits, tapi jangan asal termakan iklan. Berikut ini saya tuliskan hasil pencarian saya di internet mengenai serba-serbi minyak goreng. Mari kita coba ketahui lebih banyak tentang minyak goreng terlebih dahulu sebelum memutuskan membeli. Selamat membaca.
Fungsi minyak sebagai penghantar panas
Umumnya, minyak goreng yang beredar di pasaran bersumber dari beberapa macam tumbuhan, seperti kelapa, sawit, kacang kedelai hingga kacang tanah. Tapi fungsi dari minyak goreng itu sendiri sebenarnya sama, yaitu menghantarkan panas dalam mematangkan masakan. Dengan minyak goreng, masakan bisa menjadi lebih gurih dan renyah.
Kandungan Omega dan Vitamin
Karena terbuat dari bahan nabati, secara alami minyak goreng tidak ada yang mengandung Omega 3. Omega 3 didapat dari sumber-sumber hewani dan ditambahkan dalam proses pembuatan minyak. Adapun kandungan vitamin yang terdapat pada minyak goreng itu benar secara alami. Sayangnya, kandungan kedua zat ini dalam minyak goreng tak terlalu bermanfaat. Alasannya, pada suhu penggorengan (200 derajat Celcius), rantai kimia minyak akan terurai.
Kolesterol Pada Minyak
Belakangan banyak produsen minyak goreng yang mengklaim bahwa minyaknya bebas kolesterol. Mengenai kolesterol ini sebenarnya berhubungan dengan kandungan Asam Lemak Tak Jenuh (ALTJ) pada minyak goreng. Jadi, jika anda menginginkan kolesterol anda turun sebaiknya anda pilih minyak yang mengandung ALTJ yang tinggi.
Minyak Goreng Dengan Dua Kali Penyaringan
Minyak goreng dalam proses pembuatannya terdiri dari dua fase, yaitu fase cair dan padat. Fase cair minyak cair disebut olein sedangkan fase padatnya stearin. Dengan dua kali penyaringan diharapkan stearin terpisah dan tidak ikut terbawa bersama dari olein. Proses yang disebut sebagai double fractination membuat minyak goreng menjadi tidak mudah membeku meski dalam lemari es sekalipun. Namun, minyak goreng yang membeku sebenarnya tidaklah berbahaya bagi kesehatan.
Minyak Jelantah
Minyak jelantah sering digunakan oleh pedagang makanan gorengan. Minyak jelantah adalah minyak yang sudah berkali-kali digunakan hingga warnanya berubah menjadi kehitaman. Kebanyakan minyak jelantah sebenarnya merupakan minyak rusak. Hati-hati dengan minyak yang rusak ini, asam lemak bebas yang dikandungnya bisa membuat kolesterol darah seseorang naik tinggi.
Pembaca tidak usah khawatir akan hal ini. Subetty, pemenang bidang teknologi LKIR 2001, dalam karya ilmiahnya menyimpulkan bahwa perendaman arang tempurung dan lidah buaya dalam minyak jelantah sisa penggorengan selama 24 jam, terbukti memperbaiki kualitas minyak goreng. Dari hasil karya ilmiahnya, terbukti bahwa asam lemak bebas yang dikandung minyak jelantah turun sebanyak 58,3%.
*sumber : web.ipb.ac.id/~tpg/de/pubde_ntrtnhlth_jelantah.php
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
cURL error 52: Empty reply from server
Ikuti diskusi Ada 2 komentar untuk artikel ini.
Teknologi Lemak & Minyak
Minyak jelantah memang kadang membawa persoalan bagi kesehatan, terutama minyak jelantah bekas penggorengan produk pangan berpati atau berkarbohidrat tinggi.Simak info dan tipsnya lebih lanjut di:
http://lemakminyak.blogspot.com/2009/04/mewaspadai-akrilamida-dalam-produk.html
Salam kenal
July 14th, 2009 at 6:14 pm
MINYAK ANGIN AROMATHERAPY
MINYAK
MINYAK ANGIN AROMATHERAPY
Mohon maaf lahir dan batiin.
Met idul fitri yach…?!
September 27th, 2009 at 5:32 pm